Lombok Post
Metropolis

Patut Ditiru..!!! RSUD Kota Mataram Kelola Bank Sampah

BANK SAMPAH: Gedung yang menjadi bank sampah di RSUD Kota Mataram. Tak jauh dari gedung tersebut, terdapat insenerator untuk pengolahan sampah non medis. Ferial/Lombok Post

MATARAM-RSUD Kota Mataram patut diacungi jempol. Rumah sakit plat merah ini menjadi SKPD paling inovatif di Pemkot Mataram.

Berbagai fasilitas dan pelayanan memuaskan yang diberikan kepada masyarakat, membuat RSUD Kota Mataram menjadi pilihan utama. Tak hanya bagi masyarakat Kota Mataram, tapi juga luar daerah.

Seiring jumlah pasien yang terus bertambah dan kunjungan yang semakin banyak, membuat rumah sakit ini terus berinovasi. Tak hanya soal pelayanan kesehatan, hal-hal kecil yang bisa mengganggu kenyamanan juga diperhatikan.

Contoh kecilnya adalah masalah sampah. Ya, setelah sampah medisnya tertangani dengan baik, kini RSUD Kota Mataram membuat trobosan baru. Yakni membuat Bank Sampah Mandiri. Bank Sampah ini khusus menangani sampah nonmedis.

“Sekarang kita punya bank sampah sendiri,a�? ujar Fira Frismawati, staf ahli Instalasi Kesehatan Lingkungan RSUD Kota Mataram, Rabu (10/5).

Ia menuturkan, selain limbah medis, RSUD juga menghasilkan sampah nonmedis. Sampah tersebut bisa berasal dari kantor ataupun dari ruangan pasien.

Dari kantor bisa berupa karton, kertas, dan kaleng. Sementara dari ruangan pasien biasanya berupa sisa makanan buangan seperti snack dan lainnya. “Sampah sisa dapur dan dari kantin rumah sakit juga,a�?sambungnya.

Keberadaan sampah tersebut jika tidak dikelola dengan benar, dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif. Misalnya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan bagi pengunjung. “Jadi perlu dikelola secara terstruktur di rumah sakit,a�? kata Fira.

Kini, RSUD Kota Mataram menjadi satu-satunya rumah sakit yang memiliki Bank Sampah sendiri di Kota Mataram, bahkan di NTB. a�?Lokasinya ada dibagian belakang (gedung) sebelah Utaraa�? ungkapnya.

Keberadaan Bank Sampah ini merupakan strategi untuk membangun kepedulian masyarakat, khususnya petugas kesehatan. Mereka diharapkan dapat a�?berkawana�Y dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

a�?Penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) merupakan langkah nyata pengendalian dan pencemaranA�lingkungan,a�? jelasnya.

Ia melanjutkan, A�3R mengurangiA� beban pencemar (pollutant load) yang dibuang ke lingkungan. Baik pencemaran air, tanah maupun udara. Bahkan 3R juga berpengaruh pada perubahan iklim. Sistem 3R mengurangi emisi gas Metana (CH4) yang dapat merusak lapisan ozon.

Disamping untuk kenyamanan pasien, gagasan bank sampah juga mengarah pada nilai ekonomis. Diharapkan dengan adanya bank sampah ini, karyawan medis maupun non medis mampu untuk mengubah perilaku buang sampah sesuai karakteristik dari jenis sampahnya. “Ini demi menyelamatkan lingkungan dan juga kenyamanan pasien,a�? tandasnya. (fer/r5)

Berita Lainnya

Warga Sekarbela Sumbang Rp 162,5 Juta untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post