Lombok Post
Headline Praya

Memalukan..!!! Anggota Polres Loteng Diduga Jadi Bandar Narkoba

POLISI NARKOBA: Kasubdit II DItresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra (kiri) menunjukkan barang bukti yang didapatkan dari penggerebekan seorang bandar sabu di wilayah Lombok Tengah.(didit/Lombok Post)

MATARAM-Yohan alias Tole, anggota Satsabhara Polres Lombok Tengah (Loteng), ditangkap Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB. Tole yang telah diproses untuk dipecat sebagai anggota polisi, ditangkap karena diduga sebagai bandar narkotika jenis sabu.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra mengatakan, pelaku telah lama masuk dalam radar tim Subdit II. Apalagi jika melihat rekam jejak Tole yang diduga terlibat jaringan bandar narkoba, meski statusnya sebagai anggota polisi.

a�?Pelaku sudah sering bermasalah. Sekarang saja sedang direkomendasikan untuk dipecat,a�? kata Satra, kemarin (11/5).

Ditangkapnya Tole, berawal ketika polisi mendapat informasi jika yang bersangkutan menjalani bisnis narkotika. Pengintaian lantas dilakukan tim di rumah pelaku, di Dusun Karang Daya, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng, Kamis (4/5).

Sekitar pukul 10.30 Wita, tim memutuskan untuk menggerebek kediaman pelaku. Mereka merangsek masuk ke dalam setelah lebih dulu mendobrak pintu rumah Tole.

Tole yang terlihat polisi tengah berada di dalam kamar, segera ditangkap. Rupanya pria 35 tahun tersebut baru saja menimbang narkotika jenis sabu, yang akan ia jual kembali. Bukan itu saja, sebelum digerebek polisi, Tole sempat mengkonsumsi sabu.

a�?Ada beberapa poket sabu yang sudah siap jual berada di sekitar pelaku,a�? beber dia.

Setelah mengamankan pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti lainnya. antara lain, 12 poket besar diduga berisi sabu, satu poket kecil diduga sabu, empat telepon genggam, timbangan, dan alat hisap lengkap.

Selain itu, terdapat pula uang sebanyak Rp 6.720.000 yang diduga sebagai hasil transaksi narkoba. a�?Total sabu yang kita temukan itu sekitar 19,01 gram,a�? ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 112, Pasal 114, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.

a�?Untuk proses pemecatannya sedang diupayakan, kemungkinan dipercepat dengan adanya kasus ini,a�? tandasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Pemerintah Klaim Aman

Redaksi Lombok Post

Aduh, Masih Ada 15 Titik Nihil Sinyal di Loteng

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post