Lombok Post
Selong

Wisatawan Keluhkan Toilet di Rumah Adat Limbungan

BAKAL DIREVITALISASI: Pemkab Lombok Timur akan membenahi Rumah adat Desa Limbungan sebagai salah satu daya tari wisata di Lotim.

SELONG-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memiliki tekad menjadikan Desa Adat Limbungan sebagai  magnet bagi  wisatawan. Berbagai promosi dilakukan untuk mengajak wisatawan berkunjung. Sayangnya, sejumlah wisatawan yang datang justru mengeluhkan minimnya fasilitas umum yang ada di desa adat Dusun Limbungan Desa Perigi Kecamatan Suela ini. Salah satunya yakni ketersediaan toilet.

“Hampir semua rumah adat warga ini tidak punya toilet, kita kebingungan cari tempat buang air,” ungkap Ilham, salah seorang pengunjung.

Padahal, ini menjadi kebutuhan dasar bagi setiap pengunjung yang datang ke desa wisata. Belum lagi kalau mereka hendak menginap di rumah adat ini, otomatis wisatawan kebingungan mencari tempat untuk buang hajat. Karena, wisatawan mengaku tidak mungkin mengikuti cara warga yang selama ini buang air besar di areal terbuka.

Padahal, Pemkab Lotim melalui Dinas Pariwisata Lotim selalu menggaungkan wisata adat Limbungan di sejumlah tempat. Dimana, konsep pariwisata yang ditawarkan Dinas Pariwisata Lotim adalah wisatawan bisa berkunjung, menginap di rumah warga dan melihat kearifan lokal setempat.

“Jadi pengunjung bisa benar-benar merasakan bagaimana kehidupan masyarakat setempat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lotim M Juhad beberapa waktu lalu kepada Lombok Post.

Sayangnya, Dinas Pariwisata yang menggaungkan wisata Adat Limbungan nampaknya kurang memikirkan masalah sanitasi di kawasan rumah adat tersebut. Justru mereka gencar membangun proyek revitalisasi rumah adat mencapai Rp 850 juta. Namun mengabaikan persoalan sanitasi.

Selain persoalan sanitasi yang belum tersedia, masyarakat yang tinggal di dalam kawasan Rumah Adat Limbungan juga mengeluhkan persoalan air bersih. Dimana, sejak memasuki musim kemarau, ketersediaan air bersih di kawasan rumah adat ini sangat terbatas. Mengingat warga hanya mengandalkan sumber mata air dari pegunungan. Itu kemudian disalurkan menggunakan selang plastik dengan jaringan yang terlihat semrawut.

“Ada air yang mengalir tapi kecil seperti air kencing,” tutur Ningsih salah seorang warga.

Hal ini pun membuat warga kebingungan terkait persoalan air bersih. Padahal, kebutuhan air bersih memasuki Bulan Ramadan sangat mendesak. Sementara air sumur dipastikan tidak bisa diakses karena Dusun Limbungan Desa Perigi berada di dataran tinggi Pegunungan Rinjani. Persoalan air inilah yang diharapkan warga bisa menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kalau pemerintah tidak mau peduli, jangan paksa kami mempertahankan rumah adat. Kami mau ganti atapnya pakai asbes saja biar nggak sering bocor,” timpal Sriasih salah seorang warga lainnya mengancam.

Sedangkan Kepala Desa Perigi Darmawan kepada Lombok Post mengakui persoalan yang selama ini dikeluhkan warga adalah masalah sanitasi. Ini akibat keberadaan toilet dikatakannya masih belum familiar dengan warga yang tinggal di rumah adat Limbungan. “Ya memang kondisinya seperti itu, kalau buang hajat warga ke kebun pisang atau lahan kosong,” akunya.

Inilah yang perlahan akan diubah pemerintah desa menurut Darmawan pelan-pelan. Untuk mengubah pola hidup masyarakat yang masih tradisional agar lebih higienis dan sehat dengan sanitasi yang memadai. Termasuk juga ia mengaku akan membangunkan bak penampungan air di atas pemukiman warga dekat sumber mata air yang ada. Dari sana nantinya akan dibangunkan jaringan pipa yang mengantarkan air ke rumah-rumah penduduk di Desa Adat Limbungan yang terdiri dari sekitar 165 rumah adat tersebut. “Itu nanti akan kami anggarkan dari dana desa dan kami harapkan bisa mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten maupun Provinsi,” harapnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Hebat, CPNS Lotim Raih Skor SKD Tertinggi di NTB!

Redaksi Lombok Post

Soal Kafe Labuhan Haji, Bupati: Jangan Ada Praktik Mesum Lagi!

Redaksi Lombok Post

Waspada, Hujan Lebat Pusuk Sembalun Rawan Longsor

Redaksi Lombok Post

Bupati Lotim Izinkan Tiga Kafe Labuhan Haji Beroperasi Lagi

Redaksi Lombok Post

Gelar Simulasi, RSUD Selong Antisipasi Virus Korona

Redaksi Lombok Post

Selain di Mandalika, Bau Nyale di Jerowaru Tak Kalah Seru

Redaksi Lombok Post

Sebatang Kara di Anjani, Nenek Hajariah Pernah Tidak Makan Dua Hari

Redaksi Lombok Post

Tetap Waspada, Pusuk Sembalun Masih Rawan Longsor

Redaksi Lombok Post

Ngaku Timses Bupati, Oknum ASN Lotim Diduga Tipu Warga

Redaksi Lombok Post