Lombok Post
Pendidikan

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

H Lalu Syauki

MATARAM-Proses belajar mengajar di Kota Mataram mulai normal. Bahkan sejumlah sekolah mulai melaksanakan mid semester untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa. “Sekarang ini kita lagi mid,” kata Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki, kemarin (20/9).

Dia mengungkapkan, proses belajar mengajar pascagempa sempat diliburkan selama kurang lebih dua minggu. Namun demikian, ia meminta kepada guru untuk memberikan tugas kepada siswa selama belajar dirumah. “Kita berikan tugas kepada siswa selama belajar di rumah,” ujar Syauki.

Tugas diberikan kepada siswa di rumah kata Syauki, guna mengejar ketertinggalan. Pun juga dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah tidak dipadatkan seperti biasanya.

Untuk KBM Kata Syauki, siswa tetap belajar didalam kelas. Karena ruang kelas aman. Tidak mengalami kerusakan. Ruang-ruang kelas yang retak langsung diperbaiki secara mandiri agar tidak menimbulkan beban psikologis kepada anak. “Ruang kelas retak ini kita perbaiki secara mandiri,” kata Syauki.

Syauki menuturkan, rusak berat di madrasah ada di Musala. Ia menunggu ada bantuan dari pusat. Rencananya Kementerian Agama akan memberikan bantuan kepada madrasah yang rusak berat. “Kita di sini yang rusak berat hanya Musala,” sebutnya.

Ia berharap bantuan Musala yang rusak akibat gempa bisa disalurkan secepatnya. Sehingga bisa digunakan  kembali bagi siswa untuk melaksanakan salat Duhur dan kegiatan agama lainnya. (jay)

Berita Lainnya

BRI Launching Aplikasi Junio Smart di SMPN 2 Mataram

Redaksi Lombok Post

Terpilih Selenggarakan Cagar Budaya Masuk Sekolah

Redaksi Lombok Post

Santri Dilatih Gunakan IT dengan Bijak

Redaksi Lombok Post

Santri Al Ikhlas Taliwang Didorong Kuasai IT

Redaksi Lombok Post

Santri di Sumbawa Belajar IT

Redaksi Lombok Post

Santripreneur Ajak Santri Gunakan Teknologi secara Bijak dan Optimal

Bakti Kominfo Dekatkan Santri dengan Teknologi IT

Redaksi Lombok Post

Ponpes Islahuddiny Dorong Santri Kuasai IT untuk Berwirausaha

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost