Lombok Post
Headline Kriminal

Baru Tiba, Imigrasi Pulangkan WNA Rusia

DIPULANGKAN: WNA asal Rusia dengan inisial SZ dipulangkan kembali ke Singapura karena tidak mengantongi visa saat berkunjung ke Lombok, Minggu

MATARAM-Warga asing asal Rusia berinisial SZ, 31 tahun, terpaksa kembali ke negara asalnya. Kantor Imigrasi Mataram memulangkan yang bersangkutan karena tidak mengantongi visa untuk kunjungannya ke Lombok, Minggu siang (17/2).

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie mengatakan, SZ terbang menggunakan pesawat Silk Air dari Singapura menuju Lombok. Namun, ketika diperiksa, ditemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan SZ.

”Ada beberapa dokumen perjalanan tidak dikantongi yang bersangkutan,” kata Kurniadie, kemarin.

Saat diperiksa, SZ sempat menjelaskan kepada petugas mengenai tujuannya ke Lombok. yang bersangkutan datang untuk memberikan pelatihan simulator penangkap ikan di wilayah Lombok Timur (Lotim).

SZ datang ke Indonesia berdasarkan undangan dari PT MI (inisial), perusahaan yang beralamat di Jakarta Timur. Perusahaan MI bergerak di bidang teknologi kelautan dan penangkapan ikan.

Keterangan SZ ditindaklanjuti petugas dengan meminta kelengkapan dokumen. Seperti, surat undangan, surat perintah, atau surat tugas dari instansi yang mengundang. Hanya saja, SZ tak mampu menunjukkannya.

”Hasil pemeriksaan dari petugas menyatakan kalau SZ tidak mengantongi kelengkapan dokumen,” tuturnya.

Selain surat undangan, petugas meminta SZ menunjukkan visa kunjungan. Karena SZ datang dengan tujuan memberi pelatihan, maka yang bersangkutan seharusnya mengantongi visa untuk bekerja.

Gak  ada visa,” ungkap dia.

Kurniadie mengatakan, meski telah menjelaskan maksud kedatangannya, namun SZ tidak mengantongi dokumen perjalanan, pihak Imigrasi harus memulangkannya. SZ kembali terbang menuju Singapura dengan menggunakan pesawat Silk Air, Minggu siang.

”Maksud dan tujuannya (ke Lombok) itu tidak jelas,” sebut Kurniadie.

Kurniadie mengatakan, kebijakan pemulangan WNA pada kesempatan pertama dengan maskapai yang sama, merupakan amanat undang-undang. Jika tidak dilaksanakan, Imigrasi bisa memberi denda kepada maskapai sebesar Rp 50 juta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Kasus BPR Mandek, Jamwas Turun Tangan

Redaksi LombokPost

BCA Gelar Operasi Katarak di RSI Yatofa

Redaksi Lombok Post

Masuki Pensiun, PNS Dibekali Kewirausahaan

Redaksi Lombok Post

Peringati Harhubnas, Amman Mineral dan KUPP Benete Lakukan Gerakan Bersih Laut dan Pantai

Redaksi Lombok Post

BKBH Unram Lapor ke LPSK

Redaksi LombokPost

Terdakwa Proyek Jamban Dituntut 16 Bulan

Redaksi LombokPost

Lagi, Jaringan Narkoba Abian Tubuh Terungkap

Redaksi LombokPost

Pungli Kebon Roek Diserahkan ke Inspektorat

Redaksi LombokPost

Polisi Tembak Pembobol Brankas

Redaksi LombokPost