Lombok Post
Headline Praya

Empat Kades di Lombok Tengah Terancam Dipecat

Jalaludin

PRAYA-Sedikitnya empat kepala desa (Kades), dari 127 Kades di Lombok Tengah, diberi peringatan keras. Mereka diminta untuk mengembalikan perangkat desa yang sudah dipecat, diposisi semula, tidak boleh tidak.

“Itu wajib,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Loteng Jalaludin, Rabu (6/3). Peringatan tersebut, lanjutnya dilayangkan tiga kali. Bentuknya, bersifat tertulis dan ditandatangani langsung Bupati HM Suhaili FT.

 Ke empat desa yang dimaksud yaitu, Desa Ungga, Desa Pelambik dan Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya. Kemudian, Desa Pengembur di Kecamatan Pujut. Jika peringatan  itu tidak diindahkan, ancam Jalaludin maka empat Kades bersangkutan akan menerima konsekuensi.

Pertama, ancamnya lagi bupati bisa saja mengeluarkan surat pemberhentian sementara. Kedua, pemberhentian tetap dan tidak terhormat. Ketiga, menunjuk Plt Kades. Kewenangan tersebut, tertuang dalam pasal 9 Permendagri Nomor 83 Tahun 2015. Diperkuat kembali di PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014.

“Jadi, kita tunggu saja, sikap empat Kades tersebut,” cetus Jalaludin. Intinya, tambahnya setiap penyelenggaraan aparatur pemerintah desa, wajib mematuhi aturan yang berlaku. Khususnya, menyangkut pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa.

 Ia tidak ingin, desa-desa yang lain melakukan hal yang sama. Jika berani, maka bersiap-siap saja. “Masalah di tiga desa di Praya Barat Daya itu terjadi, karena tidak berjalannya roda pemerintahan kecamatan,” sambung Dewan Penasehat Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Loteng Hasan Masat, terpisah.

Untuk itulah, pihaknya setuju kalau permasalahan yang satu itu, diambil alih bupati. “Sekarang tergantung bupati, mau tegas atau tidak,” ujarnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Dibalik Cerita Kereta Gantung, Bermanfaat atau Mudarat?

Redaksi Lombok Post

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Pemerintah Klaim Aman

Redaksi Lombok Post

Aduh, Masih Ada 15 Titik Nihil Sinyal di Loteng

Redaksi Lombok Post

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post