Lombok Post
Headline Kriminal

Delapan WNA Amerika Dideportasi

KEGIATAN ILEGAL: WNA Amerika Serikat yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di Desa Sokong, Lombok Utara, dideportasi Kantor Imigrasi Mataram.

MATARAM-Delapan warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dideportasi Kantor Imigrasi Mataram. Mereka melakukan pelanggaran penyalahgunaan visa selama berada di Lombok.

Kedelapan WNA berinisial EMF, 25 tahun; CSK, 37 tahun; PR, 51 tahun; KM, 43 tahun; MR, 24 tahun; MH, 40 tahun; KK, 23 tahun; dan ABH, 44 tahun. Seluruh WNA tergabung sebagai relawan di NGO International Medical Relief (IMR).

”Mereka tidak memiliki izin dari lembaga terkait saat melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie, kemarin (20/3).

Kurniadie mengatakan, kedelapan WNA memang ditemukan ketika melakukan kegiatan sosial di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Kegiatan mereka meliputi pemeriksaan hingga pemberian obat kepada sejumlah warga.

Meski bersifat sosial, karena dilakukan WNA, maka mereka harus mematuhi peraturan keimigrasian sebagai dasar kegiatan. Dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan, kedelapan WNA hanya mengantongi visa bebas kunjungan singkat yang berlaku selama 30 hari.

”Mereka masuk Indonesia antara 25 Februari hingga 9 Maret,” terang dia.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan mandiri oleh kedelapan WNA. Tanpa didampingi organisasi lokal. Selain itu, NGO IMR diketahui tidak memiliki izin atau surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial.

NGO IMR, kata Kurniadie, memang berasal dari AS. Lembaga tersebut bergerak di bidang bantuan daerah terdampak bencana untuk kesehatan, pendidikan, hingga kebersihan lingkungan.

”Mereka melanggar Pasal 75 angka 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” sebut Kurniadie. Selain beleid tentang imigrasi, kedelapan WNA juga melanggaran Pasal 2 Peraturan Menkes Nomor 67 Tahun 2013 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan WNA.

Lebih lanjut, para WNA tersebut tidak saja melakukan kegiatan secara ilegal. Petugas juga menemukan 69 obat-obatan yang 11 jenis di antaranya tidak terdaftar serta memiliki izin edar di Indonesia.

”Itu obat dari luar negeri semua. Tapi, sudah disita sama Balai BPOM, rencananya mau dimusnahkan untuk yang tidak memiliki izin edar,” tandas Kurniadie.(dit/r2)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post