Lombok Post
Metropolis

Durian Runtuh buat PNS, Rapelan Gaji Masih Tunggu Hitungan Taspen

BAYANGAN CERAH: Seorang PNS sedang berjalan melewati genangan air usai hujan, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Rapelan kenaikan gaji bagi PNS sejak Januari 2019, kabarnya akan diberikan pada bulan depan. Kabar ini sontak membuat para PNS pun bahagia. Terbayang pada bulan April kantong dan dompet akan tebal berlipat-lipat.

Pemerintah pusat sendiri secara ekspilisit melalui Menteri Keuangan menyebut awal bulan April. Lantas seperti apa persiapan Kota Mataram sendiri?

“Sudah kita siapkan anggaran sekitar Rp 22 miliar,” kata Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi.

Denny mengatakan, dana ini memang dipersiapkan dan diploting untuk menghadapi rencana kenaikan gaji bagi PNS yang sudah terdengar sejak pembahasan APBD murni 2019 dilakukan. Sehingga ketika kenaikan ini telah ditetapkan langsung bisa dieksekusi.

Aturan yang telah diteken presiden yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil dengan besaran kenaikan sebesar 5 persen. Setelah nantinya diikuti dengan terbitnya peraturan menteri keuangan maka PNS bisa mendapatkan kenaikan gaji. Sejak bulan Januari 2019. Namun kenaikan gaji PNS ini tidak diikuti dengan PTT. “PTT belum,” terangnya.

Persiapan Rp 22 miliar lanjut Denny belum mencakup anggaran kebutuhan untuk merapel kenaikan gaji PNS sejak bulan Januari 2019. Denny mengatakan, total rapelan gaji masih sedang dihitung oleh Taspen. “Karena Taspen yang punya SIM Aplikasi,” ujarnya.

Jika hasil perhitungan SIM gaji telah terbit, pemkot tinggal menindaklanjuti. Sesuai dengan kebutuhan anggaran yang diperlukan. Pada dasarnya lanjut Denny pemkot telah siap dengan anggaran untuk penggajian selama 12 bulan.

Jika permen telah ditandatangani tentu tidak ada persoalan untuk penyiapan gaji yang telah dinaikan sesuai ketentuan. “Nanti bisa dianggarkan lagi lewat perubahan, jadi berapun perhitungan Taspen ya kita siap,” tegasnya.

Deny belum bisa menaksir berapa perkiraan anggarannya. Pemberian gaji rapelan sendiri setelah gaji kenaikan pada bulan April diberikan. “Setelah gaji April dibayarkan baru kita berikan rapelan,” jelasnya.

Rezeki nomplok ini tentu dipastikan akan membuat para PNS berbahagia. Namun demikian, kenaikan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para PNS semakin giat bekerja. Memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. “Ya harus diimbangi dengan kinerja yang membaik dong, masa gaji sudah dinaikkan masih malas-malasan,” sindir Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji.

Para PNS seharusnya sudah bisa lebih fokus. Mengerjakan tugas dan kewajibannya sebagai PNS. Tidak lantas, memikirkan kegiatan yang kontraproduktif dengan tujuan dari gaji itu dinaikan. “Jangan sampai rakyat kecewa, sudah gaji naik tapi kerja sama saja,” tandasnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post