Lombok Post
Metropolis

Revitalisasi KBC Dilanjutkan, Ini Sumber Dananya

PREMAN BERKUASA: Kendaraan roda empat acap kali terlihat parkir di Jalan Selaparang, Kawasan Bisnic Cakranegara.

MATARAM-Dana segar Rp 27 miliar gagal didapat Pemkot Mataram. Dana ini sebelumnya dijanjikan Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Provinsi NTB. Hal ini disampaikan langsung Ketua Pokja penataan Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) Kota Mataram Lalu Martawang. “Tidak dilanjutkan lagi oleh Satker (lanjutan penataanya),” aku Aweng.

Aweng enggan merinci apa penyebab satker urung kucurkan bantuan Rp 27 miliar. Tapi bila melihat syarat yang pernah diajukan Satker PBL, kemungkinan pemkot gagal memenuhi syarat yang diberikan untuk kucuran bantuan tahap selanjutnya. “Intinya tidak bisa dianggarkan lagi oleh Satker,” kilahnya.

Seperti diketahui Kawasan Bisnis Cakranegara idenya mau diubah secantik kawasan Malioboro, Jogjakarta. Bantuan tahap pertama sebesar Rp 5 miliar digulirkan pada Maret 2018 lalu. Tapi belakangan pihak satker kecewa. Sebabnya pemerintah tak terlihat serius dengan ide itu.

Mereka pun memberi syarat. Jika ingin tahap berikutnya dilanjutkan maka kawasan bisnis Cakranegara harus bersih dari parkir liar dan PKL.

Belakangan pemkot pun buru-buru membuat tim penataan KBC. Membuat pojka dan menyusun anggaran untuk penataan di sana. Sayang, hasil dari pokja itu tak terlihat signifikan. Kemacetan dan parkir liar masih terlihat. Begitu juga tak ada perubahan berarti di pasar Cakra.

“Intinya kita pada posisi ikhtiar untuk itu,” cetus Aweng saat ditanya apakah pokjanya sudah loyo.

Ia mengatakan, tanggungjawabnya sebagai ketua tim masih melekat. Bahkan catatan dari satker masih dipegangnya. Untuk ke depan melakukan penataan kawasan KBC. Dengan atau tanpa anggaran dari Satker PBL. “Tapi begini kita masih punya anggaran untuk melakukan penataan di sana,” hiburnya.

Anggaran itu sebesar Rp 20 miliar. Diklaim hasil reward atas prestasi dalam membina komunitas sungai. Sehingga kawasan pinggir sungai bisa jadi cantik. Hadiah itu dijanjikan sebesar Rp 20 miliar, disampaikan saat pemberian penghargaan di Jakarta beberapa waktu lalu. “Kami punya rencana jika reward itu telah diterima kita akan bagi jadi dua pos,” ujarnya.

Rp 10 miliar akan dianggarkan untuk melanjutkan penataan kawasan Cakranegara. Sedangkan Rp 10 miliar lagi digunakan untuk menata kawasan Kota Tua Ampenan.

“Itu sudah kami komunikasikan juga dengan ibu Ika (Satker PBL),” ujarnya.

Dana inilah yang saat ini ditunggu Pemkot Mataram untuk melanjutkan penataan kawasan. Sebab sudah tidak ada peluang lagi mengharapkan lanjutan penataan dari Satker PBL.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga memastikan penataan KBC juga akan diteruskan. Salah satunya dengan menggunakan janji reward sebesar Rp 20 miliar dari Kementerian PUPR. “Ya kita tinggal menunggu itu ya,” kata Ahyar singkat. (zad/r7)

Berita Lainnya

Warga Sekarbela Sumbang Rp 162,5 Juta untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post