Lombok Post
Metropolis

Lombok, Destinasi Wisata Halal Terbaik Indonesia

Wisata Halal Indonesia Nomor Satu di Dunia

JUARA SATU DI INDONESIA: Menteri Arief Yahya menyerahkan tropi Wisata Halal Terbaik Indonesia yang diraih Pulau Lombok kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal di sela event Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference 2019 di Hotel Bidakara, kemarin

MATARAM-Kabar bahagia datang di tengah upaya terus membangkitkan pariwisata NTB pascagempa. Pulau Lombok, kembali terpilih sebagai destinasi wisata halal (halal tourism) terbaik di Indonesia. Pulau Lombok unggul jauh atas 10 destinasi halal lainnya di tanah air.

Keberhasilan Pulau Lombok meraih predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia tersebut diumumkan Muslim Travel Index (IMTI) 2019. Pulau Lombok berada di peringkat teratas disusul Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jogyakarta, Jawa Tengah, Malang dan sekitarnya, dan Sulawesi Selatan sekitarnya.

Pulau Lombok meraih skor 70, yang merupakan skor tertinggi. Sementara destinasi wisata lain meraih skor rata-rata 55 dan paling rendah 33 diperoleh Sulawesi Selatan.

Tropi terpilihnya Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia tersebut diserahkan Menteri Pariwisata Arif Yahya kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal di Jakarta, kemarin (9/4).

“Pak Menteri ikut bangga dan terus mendukung Lombok sebagai destinasi halal terbaik di Indonesia,” kata Faozal kepada Lombok Post, kemarin.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani dalam keterangan tertulis yang diterima Lombok Post, kemarin mengungkapkan, Indonesia saat ini menjelma menjadi pemain global halal tourism. Sehingga harus menggunakan standar global yang untuk wisata halal mengacu pada GMTI.

Ia mengatakan, untuk kunjungan wisatawan mancanegara halal tourism tahun ini ditargetkan mencapai 5 juta wisman atau 25% dari target 20 juta wisman. Kemenpar sendiri telah menggandeng Mastercard dan CrescentRating untuk membuat standar penilaian kinerja wisata halal Indonesia atau Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dengan mengacu pada standar global GMTI dimulai pada 2015.

Indonesia Juara Dunia

Sementara itu, Indonesia sendiri kemarin menorehkan prestasi. Indonesia meraih peringkat pertama untuk wisata halal dunia versi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2019. Indonesia berhasil meraih posisi teratas dalam pasar wisata halal global. Indonesia meraih peringkat satu bersama Malaysia.

“Tahun ini kami memiliki Indonesia dan Malaysia di spot teratas Global Muslim Travel Index (GMTI),” ujar CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen. Dia memuji Menpar Arief Yahya atas perjuangannya membawa Indonesia dalam posisi teratas GMTI. Setelah lima tahun sejak pertama bergabung dengan GMTI, akhirnya Indonesia berhasil meraih posisi paling prestisius dalam kancah wisata halal global.

Bersanding di posisi teratas dengan Malaysia, Menpar Arief Yahya menyatakan kebahagiannya setelah Indonesia dinyatakan sebagai yang teratas di pasar wisata halal dunia. Ini merupakan salah satu pencapaian terbesarnya selama menjadi Menpar.

“Puji syukur saya panjatkan pada Allah. Akhirnya Indonesia nomor 1. Lima tahun saya tunggu ini,” ujar Menteri Arief.

Dalam pidatonya, Arief pun kembali mengungkapkan jurus andalannya kalau kemenangan adalah direncanakan. Hari ini, perencanaan itu pun mewujud dalam laporan GMTI yang menyebut Indonesia di peringkat teratas.

“Indonesia layak jadi yang terbaik untuk wisata muslim,” kata Arief.

Setelah Indonesia dan Malaysia di peringkat teratas, peringkat ketiga diraih oleh Turki dan disusul oleh Arab Saudi di peringkat keempat. Sedangkan peringkat kelima diraih oleh Uni Emirat Arab.

Sepanjang tahun 2018 lalu, ada 140 juta pelancong muslim dengan spending online hingga USD 35 miliar. (kus/JPG/r8)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post