Lombok Post
Metropolis

115 TPS Dapat Perhatian Serius, Polres Mataram Terjunkan 1.500 Personel

Hasan Basri

MATARAM-Antisipasi kecurangan dalam pemilu tidak hanya dilakukan oleh KPU saja. Namun Bawaslu juga mewanti-wanti adanya potensi tersebut.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram Hasan Basri menjelaskan, dari 1.274 TPS, ada 115 TPS terindikasi rawan. Tersebar di enam kecamatan. Yaitu Ampenan sebanyak 59 TPS, Sandubaya 5 TPS, Sekarbela 33 TPS, sisanya ada di Kecamatan Mataram, Selaparang dan Cakranegara. “Dari data memang yang paling banyak ada di Kecamatan Ampenan,” tegasnya, kemarin (12/4).

Indikasi kerawanan TPS paling utama adalah soal praktik politik uang pada hari pencoblosan. Kedua, praktik menghina dan menghasut. Kemudian, adanya indikasi bahwa petugas KPPS masuk jadi tim kampanye peserta pemilu. Adanya TPS yang letaknya berada di dekat atau posko pemenangan salah satu peserta pemilu, TPS yang dekat dengan rumah sakit, kampus dan lembaga pendidikan lainnya.

“Untuk meminimalisasi adanya politik uang, Bawaslu telah membentuk tim pengawasan antipolitik uang yang berbasis TPS,” jelasnya.

Hasan menyebut, lokasi pendirian TPS yang masuk dalam poin indikasi kerawanan, karena ada beberapa didirikan di tempat yang sama. Kerawanan itu disebabkan, pada saat pemungutan suara, banyak masyarakat yang berkumpul.

“Nanti rawan berbenturan dan pada saat perhitungan suara, itu akan rawan juga karena penghitungan akan memakai pengeras suara. Itu akan bersaut-sautan,” tegas Hasan.

Untuk menjaga kondusivitas pada saat pencoblosan, Kapolresta Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, akan menerjunkan sebanyak 1.500 personel. Terdiri dari anggota Polres Mataram, Polda NTB, Brimob dan TNI. Kemudian dibantu oleh Linmas

“Kami telah menerjunkan personel sejak kemarin ke TPS-TPS yang ada di masing-masing lingkungan, agar mereka bisa berbaur dengan masyarakat setempat, sampai 20 April mendatang,” kata dia.

Sejauh ini, tidak ada potensi kerawanan. Ia meyakini bahwa situasi Kota Mataram sampai saat ini masih kondusif. Alam terus mengimbau jangan sampai terpengaruh pada berita hoax. Apalagi menggunakan sosmed demi memperkeruh situasi dengan menulis ujaran kebencian dan rasa tidak percaya kepada pemerintah.

“Kami imbau pada masyarakat jangan takut ke TPS, kami jamin semua aman, jadi ayo berikan hak pilih anda pada 17 April nanti,” ajaknya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post