Lombok Post
Metropolis

Pengusaha Tagih Janji Pemkot Mataram

TUNGGU PEMBELI: Dua orang karyawan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram sedang mengobrol sambil menunggu pengunjung, kemarin (12/4).

MATARAM-Sampai saat ini para pengusaha masih menunggu janji manis Pemkot Mataram. Yakni, janji penundaan pembayaran pajak, hingga ‘diskon’ pajak itu serupa janji surga. Di tengah sulitnya para pengusaha survive saat ini.

Teddy Saputra, GM Mataram Mall salah satu yang menunggu kebijakan ini. Hingga beberapa waktu berlalu, sejak pemkot menyatakan rencana untuk memperlonggar kebijakan terkait pajak. Sampai saat ini, kebijakan itu nyatanya belum terbit. “Saya belum baca, ada suratnya. Belum ada,” kata Teddy.

Mataram Mall, salah satu usaha yang saat ini tengah kembang-kempis. Akibat lesunya pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya catatan BPS, yang merilis pada Maret 2018 silam ada penurunan pertumbuhan ekonomi. Dari 8,11 persen tahun 2017 menjadi 6,42 persen di tahun 2018. “Tetapi ada faktor politik dan bencana yang berdampak bagi sektor usaha kami,” imbuhnya.

Tapi semua faktor-faktor yang membuat sektor usaha lesu itu nyatanya belum membuat pemkot bergeming. Para pengusaha tetap ditarik bayar pajak dengan tarif normal. Janji-janji itu serupa janji manis, lalu jadi angin lalu saja.

“Ya kami mau hidup, bukan mau mati, tetap kami berusaha memenuhi kewajiban kami,” tegas Teddy.

Lebih jauh Teddy mengatakan, bila dibanding dengan bulan yang sama di tahun lalu, pendapatan saat ini turun drasitis. Penurunan pun membuat pihaknya harus pandai berhemat. Sehingga bisa menutupi biaya oprasinal dengan pendapatan. “Turun jauh, sampai turun 50 persen,” cetusnya.

Sebenarnya lanjut Teddy harapan agar ada keringanan ini tidak hanya dari dirinya. Tapi semua pengusaha lain, pun meminta keringanan. Apa yang ia rasakan, diyakininya juga menjadi persoalan yang saat ini membuat para pengusaha lain kembang-kempis.

“Ya mohonlah agar ada keringanan, karena banyak pengusaha lain yang akhirnya tutup kan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, pihaknya saat ini masih dalam proses pengkajian. Kebijakan apa yang perlu dikeluarkan untuk meringankan beban pengusaha.

Menurutnya dua opsi yang beberapa waktu lalu disampaikan, masih harus disesuaikan dulu. Dengan aturan-aturan yang berlaku. “Jangan sampai malah kebijakan kita nanti bertentangan dengan aturan yang ada,” kata Eko hati-hati.

Dua opsi antara boleh menunda pembayaran pajak atau memberi potongan pajak, masih jadi opsi yang dipertimbangkan. Saat ini masih dikaji di bagian Badan Keuangan Daerah (BKD) apakah memungkinkan untuk dilaksanakan.

Pada dasarnya lanjut dia, pemkot tetap mencoba memberikan ruang. Agar para pengusaha di Kota Mataram, tidak ketir-ketir di situasi sulit ini. “Tentu kita tidak ingin ada yang tutup lagi,” tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post