Lombok Post
Metropolis

Cerita Indah Suprabawati Kusumanegara ketika Menjadi Duta LIA

Ngobrol Bareng Presiden adalah Pengalaman Tak Terlupakan

MEMASYARAKAT: Duta LIA Indah Suprabawati Kusumanegara menggendong bayi pada kegiatan Posyandu yang diadakan Angkasa Pura I, belum lama ini.

Menjadi Duta Lombok International Airport (LIA) tidak pernah dibayangkan Indah Suprabawati Kusumanegara.  Banyak pengalaman didapatkan. Bahkan dia berkesempatan mengobrol dengan presiden saat peresmian Bandara Ahmad Yani Semarang pada 2018 lalu.

ALI ROJAI, Mataram

================

CANTIK. Itulah sisi yang akan dilihat pada sosok Indah Suprabawati Kusumanegara. Selain memilki wajah cantik,  gadis kelahiran 1985 cekatan dalam mengambil  langkah dan keputusan.

Menjadi duta bandara bukan pilihan utamanya. Ia hanya ikut-ikutan mendaftar. Menjadi duta bandara tidak pernah dibayangkan Indah. Saat itu ia baru saja menyelesaikan studi strata satu (S-1) di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram). Selesai S-1, ia diminta orang tuanya melanjutkan strata dua (S-2). Di saat lagi sibuk-sibuknya mengurus pendaftaran S-2 ia juga ikut ambil bagian pada pendaftaran duta bandara. Hasilnya ia terpilih menjadi Duta LIA 2016-2019.

Di tengah kesibukannya sebagai duta LIA, ia harus bisa membagi waktu. Apalagi ia harus menyelesaikan S-2 di Unram. Menurutnya, pekerjaan menjadi duta bandara cukup mengasyikan. Selain mempromosikan pariwisata dan kesenian daerah, dia wajib menyambut tamu VIP dan VVIP. Seperti kedatangan presiden dan sejumlah menteri ia harus menyambutnya. “Kalau menteri BUMN dan Kementerian Perhubungan wajib kita menyambutnya. Bahkan kita ajak keliling bandara,” terang perempuan berparas ayu ini.

Indah memiliki pengalaman yang tidak bisa dilupakan ketika menjadi duta bandara. Waktu itu kenangnya,  pada saat peresmian Bandara Ahmad Yani Semarang 2018 lalu, ia bersama duta bandara seluruh Indonesia berkumpul. Waktu itu ia sempat mengobrol dengan Presiden H Joko Widodo dari jarak yang cukup dekat. “Itu hal yang tidak bisa saya lupakan,” aku perempuan jebolan Unram.

Sebelumnya Indah tidak pernah ikut kontes kecantikan. Baik di tingkat lokal maupun nasional. Saat SMA ia terlihat tomboi. Tidak bisa dandan. Ia mulai bisa merias diri ketika ikut duta bandara. “Masih SMA saya belum bisa dandan,” ujar lulusan SMPN 2 Mataram ini.

Selain menyambut tamu, tugas duta bandara seperti layaknya karyawan di bandara. Teken kontrak selama tiga tahun tugasnya tidak hanya melulu menyambut tamu VIP atau VVIP. Namun juga bertugas di bandara seperti layaknya karyawan. Bahkan ia harus ikut terlibat dalam setiap kegiatan  Corporate Social Responsibility (CSR) bandara. Seperti pengobatan katarak, posyandu, pemberian bantuan di sekolah-sekolah, dan kegiatan sosial lainnya. “Kita di sini harus jadi depan,” sebutnya.

Indah juga banyak belajar menjadi duta bandara. Dia harus tahu tempat-tempat pariwisata NTB untuk bisa dipromosikan. Setiap tamu VIP yang datang ia harus memberitahukan daerah-daerah pariwisata NTB. Apa potensi yang dimiliki di setiap tempat wisata di NTB untuk dipromosikan.

Selain itu indah juga harus memberikan edukasi kepada  sekolah-sekolah yang berkunjung ke bandara. Seperti Poltekpar, SMK Pariwisata harus diberikan edukasi terkait keberadaan bandara. “Tingkat kepuasaan penumpang tiap bulan kita survei,” ungkapnya.

Menjadi duta bandara banyak pengalaman didapatkan. Menambah relasi. Dituntut serba bisa dalam segala bidang. Oleh sebab itu, apapun pekerjaan yang akan dilakoninya akan mudah dilakukan. Pada 30 Juli kontrak Indah menjadi duta bandara akan berakhir. Ia pun tidak akan memperpanjang tugasnya sebagai duta bandara. Sebab, belum lama ini ia mencatatkan namanya sebagai PNS yang lulus menjadi dosen di NTB. “Saya lulus PNS kemarin,” singkatnya. (*/r5)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post