Lombok Post
Metropolis

Ditinggal Memancing, Rumah Ludes Terbakar

PADAMKAN API: Salah seorang petugas Damkar Kota Mataram memadamkan api di rumah Hanafi yang terbakar di Lingkungan Karang Baru Selatan, kemarin (14/4).

MATARAM-Kasus kebakaran di Kota Mataram kembali terjadi. Setelah toko mainan Crown Toys di Jalan Selaparang Cakranegara awal tahun lalu, kini giliran rumah Hanafi warga Lingkungan Karang Baru Selatan RT 06 yang dilalap si jago merah.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 Wita membuat sebagian besar isi rumah terbakar. Tidak hanya kusen, plafon, atau pun barang-barang yang mudah terbakar hangus. Namun juga sejumlah surat-surat berharga. Seperti ijazah, tabungan haji, dan surat-surat berharga lainnya musnah.

Kebakaran itu membuat warga Lingkungan Karang Baru Selatan RT 06 keluar. Mereka tidak inigin ketinggalan melihat lebih dekat api yang menjalar di rumah Hanafi. Bahkan banyak di antara warga yang masuk ke tempat kejadian membantu petugas Pemadam Kebakaran Kota Mataram memadamkan api yang sudah menjalar di sejumlah ruangan. Bahkan untuk memudahkan para petugas Damkar Kota Mataram memadamkan api, plafon dan jendela terpaksa dijebol.

Tim Damkar Kota Mataram cukup kesulitan memadamkan api. Karena rumah Hanafi tidak bisa dijangkau mobil Damkar. Gang Setia Kawan Lingkungan Karang Baru Selatan tidak bisa dimasuki mobil Damkar yang ukurannya besar. “Katanya dipinggir jalan makanya kita bawa mobil besar,” kata Komandan Regu 2 Pemadam Kebakaran Kota Mataram Bahrudin di lokasi kejadian, kemarin (14/4).

Diungkapkan, pada waktu itu salah seorang ibu bernama Zaskia menelepon Damkar Kota Mataram terkait peristiwa kebakaran ini. Saat itu katanya lokasi kebakaran ini dipinggir jalan dan bisa masuk mobil Damkar. Sehingga mau tidak mau pihaknya juga membawa mobil besar dan meminta bantuan pihak Damkar Lobar untuk membantu. “Ada empat mobil yang kita turunkan, tapi yang besar tidak bisa masuk,” sebutnya.

Tak hanya mobil besar yang tidak bisa masuk, namun tiga unit mobil damkar lainnya juga tidak bisa masuk sampai ke depan rumah karena jalan kecil. Sehingga mau tidak mau Damkar Kota Mataram  menyambung selang untuk memadamkan api yang sudah merangsek ke bagian atap rumah.

Bahrudin tidak ingin menyalahkan warga yang menelepon. Karena menurutnya hal yang wajar warga mengatakan mobil Damkar bisa masuk karena panik. “Ini kan jalan, tapi kecil,” candanya.

Setelah para petugas damkar merangsek masuk yang dibantu petugas Satpol PP akhirnya api mulai mengecil. Bahkan dalam waktu hitungan jam api ini sudah mulai dipadamkan.

Bahrudin enggan bisa memastikan apa yang menjadi penyebab kebakaran ini. Namun ia menduga karena arus pendek. Kabel-kabel yang ada di rumah ini terlalu panas. Akibatnya terjadi korslet yang menyebabkan percikan api keluar dari kabel-kabel listrik.

Bahrudin pun tidak mau ambil pusing dalam memadamkan api. Karena sebagian besar api yang menjalar ini ada di atas. Sehingga mau tidak mau plafon-plafon harus dijebol. “Gimana mau memadamkan api kalau tidak dijebol,” terangnya.

Sementara itu pemilik rumah Hanafi tidak tahu persis apa yang menyebabkan kebakaran yang melanda rumahnya. Sebab, saat kebakaran ia sedang memancing. Sementara istrinya juga tidak ada di rumah. Mendengar rumahnya kebakaran ia langsung pulang. “Saya tidak tahu apa penyebabnya. Saya lagi mancing,” terangnya.

Hanafi juga tidak tahu berapa kerugian atas kebakaran yang menimpa rumahnya. Namun ia menyayangkan surat-surat berharga seperti ijazah dan tabungan haji yang disimpan di lemari juga ikut terbakar. “Kebakar semua,” tutupnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post