Lombok Post
Metropolis

Jangan Buang Sampah di Sungai Lagi!

INI BARU TOP: Petugas lapangan Dinas PUPR Kota Mataram membersihkan muara sungai samping Taman Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram, Sabtu (14/4).

MATARAM-Sampah di Muara Sungai Unus akhirnya ditangani. Muara yang terletak persis di sebelah utara Taman Loang Baloq itu sudah lama dikeluhkan. Sebab persis berada di dekat wisata pantai.

Belakangan volume sampah di tempat itu bertambah. Sehingga membuat muara semakin terlihat kumuh. “Sedang ditangani,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman.

Terlihat petugas bekerja sepanjang hari. Mengangkat sampah-sampah yang mengapung di muara. Mereka juga membentangkan jaring untuk memudahkan menangkap sampah yang hanyut.

Pekerjaan pembersihan sungai juga diperpanjang hingga di hulu sungai. Pengerjaan pembersihan juga terlihat di sambungan sungai unus di kawasan Karang Pule, Sekarbela. “Kita juga bersihkan pantai,” imbuhnya.

Penanganan masalah sungai memang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR. Mataram punya kempentingan untuk tetap memelihara kondisi sungai tetap cantik dan bersih. Sebab ada proyeksi ke depan sungai di Kota Mataram akan jadi kawasan ekowisata.

Sementara itu, respons cepat pihak Dinas PUPR Kota Mataram diapresiasi anggota DPRD Kota Mataram Abdul Malik. “Saya rasa PUPR sudah memberikan contoh yang baik, bagaimana menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya,” puji Malik.

Politisi Golkar ini menilai, sejauh ini yang cukup konsisten melayani keluhan masyarakat adalah Dinas PUPR Kota Mataram. Beberapa keluhan yang terkait dengan tugas dan fungsi PUPR direspons dengan cukup cepat. “Ya saya rasa seharusnya semua OPD seperti itu (PUPR),” ujarnya.

Tidak malah mengabaikan keluhan masyarakat. Lalu membiarkan persoalan bertumpuk-tumpuk. Pada akhirnya saat akan ditangani nanti, penanganan menjadi lebih berat dan menyulitkan OPD teknis. “Kemarin kita keluhkan material di pinggir jalan ditangani, lalu ada lubang di pinggir jalan juga segera direspons, saya rasa ini sangat baik,” yakinnya.

Selanjutnya terkait pemeliharan sungai, Malik mengatakan tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada Dinas PUPR semata. Masyarakat juga harus terlibat menjaga kawasan sungai. Jangan malah ikut-ikutan buang sampah. Sehingga sungai jadi tercemar. “Bila perlu kita kasih sanksi mereka, kan ada perda yang secara tegas mengatur bila ada warga yang buang sampah ke sungai. Harus ada efek jera,” tegasnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post