Lombok Post
Metropolis

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

JAMAAH HAJI: Para jamaah haji berjalan sambil membantu salah satu jamaah yang sakit di halaman Asrama Haji NTB.

MATARAM-Jamaah yang tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama cukup banyak. Jumlahnya mencapai 320 orang Jamaah Calon Haji (JCH). Mereka diberikan kesempatan menulasi pada tahap dua, batas akhirnya 10 Mei mendatang.

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kementerian Agama (Kemenag) NTB Sri Latifa Muslim menjelaskan, beberapa alasan JCH tidak melakukan pelunasan, diantaranya karena alasan pribadi atau alasan ekonomi.

Ada pula jamaah yang sulit dicari alamat rumahnya. kemudian pada saat pelunasan di bank terjadi gangguan sistem sampai batas waktu pelunasan berakhir. Beberapa jamaah terlambat membayar karena surat keterangan istithaah (mampu) terlambat keluar dari kabupaten/kota. Juga ada jamaah yang tidak diberikan surat istithaah karena mengidap penyakit tertentu.

“Dia bisa melunasi di tahap dua tapi syaratnya harus diajukan ke pusat dulu,” jelas Latifa.

Sesuai jadwal, pelunasan BPIH tahap pertama sudah berakhir, dari tanggal 19 Maret hingga 15 April lalu. Kemudian dibuka lagi kesempatan pelunasan tahap dua dari 30 April-10 Mei.

Ia menjelaskan, yang berhak melunasi di tahap dua adalah 10 orang JCH yang gagal sistem pada tahap pertama, 35 orang JCH yang suah berstatus haji. Kemudian pendamping Lansia yang lunas tahap pertama satu orang, penggabungan mahram 130 orang, serta lansia dan pendamping lansia 145 orang.

Khusus JCH yang berstatus haji, meski masuk pelunasan tahap pertama, namun mereka dikeluarkan terlebih dahulu. Kemudian diberikan kesempatan melakukan pelunasan tahap dua ini. ”Mereka tidak dilarang berhaji, hanya saja mereka boleh mendaftar 10 tahun selanjutnya setelah berhaji,” terang Latifa.

Kemenag juga akan membuka pelunasan BPIH tahap ketiga bagi jamaah kuota tambahan 398 orang. Namun jadwal pelunasannya belum dipastikan hingga kemarin.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 176 tahun 2019, NTB mendapat 398 orang kuota tambahan. Terdiri dari 50 persen untuk JCH nomor urut porsi berikutnya, dan 50 persen lagi JCH lanjut usia (Lansia) dan pendamping lansia seperti suami/istri, anak kandung, sodara kandung, dan menantu, dan harus mendaftar sebelum Januari 2017.

Total jumlah JCH asal NTB 4.476 orang JCH reguler, ditambah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dari pemerintah daerah 38 orang, dan kuota tambahan 398 orang. Bila ditotal JCH asal NTB mencapai 4.912 orang.

Kuota TPHD se-NTB 38 orang. Mereka merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, legislatif, eksekutif, dan perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) yang ditunjuk gubernur, bupati dan wali kota.

TPHD Pemprov sebanyak 8 orang, Kota Mataram 5 orang, Lombok Barat 4 orang, Lombok Tengah 6 orang, Lombok Timur 7 orang, Lombok Utara 1 orang, Sumbawa 2 orang, Sumbawa Barat 1 orang, Dompu 1 orang, Kota Bima 1 orang, dan Kabupaten Bima 2 orang.  ”TPHD dibagi sesuai jumlah JCH masing-masing daerah,” katanya.

Kepala Kemenag NTB H Nasruddin menyebutkan, JCH asal NTB akan dibagi menjadi 11 kelompok terbang (Kloter). Dalam draf jadwal sementara NTB mulai memberangkatkan jamaah pada 7 Juli mendatang. JCH terbang dari Lombok ke Madinah pada gelombang pertama. ”Sementara jadwal bagi JCH kuota tambahan belum,” ujarnya.

TPHD Dibagi Sesuai Jumlah JCH

Terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) NTB H Ahmad Masyhuri menjelaskan, kuota TPHD masing-masing daerah ditentukan berdasarkan jumlah jamaah. Bila di satu kabupaten mencapai satu kloter JCH, maka diberikan satu orang TPHD. Kabupaten Lombok Utara hanya satu orang karena tidak sampai satu kloter, sementara Lombok Timur jumlah JCH-nya banyak.

Pemprov sendiri mendapatkan delapan orang TPHD. Diantaranya, Sekda NTB H Rosiady Sayuti, dua tenaga kesehatan dr Wizin dan Rabiatun Adawiyah, seorang perawat. Dari unsur tokoh masyarakat Hibussaadi, Musifuddin, Lalu Aksar Ansori, dan Ketua Komisi V DPRD NTB H Wartiah. (ili/r3)

Berita Lainnya

Warga Sekarbela Sumbang Rp 162,5 Juta untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post