Lombok Post
Politika

Evi Diprotes Karena Terlalu Cantik

Foto Kertas Suara Beda Dengan Aslinya

INI EVI ASLI LOH: Evi saat menggelar konferensi pers lalu menceritakan strategi kemenangannya, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Evi Apita Maya sukses jadi kontroversi. Perolehan suara sementara yang ia kumpulkan membuat politisi lain terkaget-kaget. Ia mulanya tak terlalu diperhitungkan dalam beberapa prediksi hitung suara malah sukses bertengger di posisi puncak.

Ragam analisa bermunculan di balik suksesnya Evi. Dari kesuksesan menggerakan mesin pemenangan. Sampai ada yang mengait-ngaitkan paras Evi yang rupawan di surat suara.

Bahkan dalam forum rapat pleno KPU NTB, wajah Evi pun sukses jadi perbincangan. “Tidak sesuai dengan wajah aslinya,” protes Sulaiman, Saksi Calon DPD RI nomor urut 27 Prof Farouk Muhammad.

Wajah Evi di surat suara, dinilai lebih cantik daripada aslinya. Alhasil berdampak terhadap pilihan masyarakat. Seharusnya wajah di surat suara yang ditampilkan yang terbaru. Sehingga tidak mengganggu pilihan pemilih.

Dengan kata lain, seandainya Evi menggunakan foto terkini, hasilnya diyakini berbeda. “Bagaimana proses verifikasi calon saat pendaftaran?” tanya ia dengan nada heran.

Evi dinilai telah merekayasa fotonya. Sehingga, memiliki daya tarik dibanding calon DPD RI lainnya. Rekayasa itu pun sukses membuat pemilih akhirnya dalam sekejap mengubah pilihan politiknya.

“Orang seperti terhipnotis karena parasnya,” cetusnya.

Bak terkena pelet dari foto surat suara, sebagian besar pemilih ramai-ramai memberikan suaranya pada Evi. Bagi Sulaiman ini tidak fair. Karena seharusnya yang diadu itu visi-misi. Bukan paras yang terkesan direkayasa.

“Kami akan adukan ini ke DKPP, termasuk memproses ke ranah hukum,” sesalnya.

Pengamat Politik, DR Asrin pun termasuk yang kaget dengan perolehan suara Evi. Dalam catatannya Evi tak hanya menggilas suara para petahana. Tetapi juga bersaing berada di top perolehan suara.

“Saya pikir ini menarik, membuka wawasan mengenai apa itu strategi lebih luas lagi,” kata Direktur INSAN NTB itu.

Terlepas wajah Evi di surat suara akhirnya memantik pro dan kontra di arena rapat pleno, tetapi bagi Asrin penting untuk menggaris bawahi apa yang dilakukan Evi seperti membuka ‘pradaban’ baru dalam kampanye.

“Kita kenal ada kampanye yang menjual visi dan misi, lalu ada kampanye jual ketokohan, belakangan kita lihat jual sosok artis, sekarang jual foto yang dinilai lebih cantik atau tampan, saya rasa ini strategi,” telisiknya.

Tim Evi bisa saja, menggunakan tim khusus merancang foto terbaik. Sehingga dari banyaknya foto calon di surat suara — malah membuat pemilih pusing — hanya desain foto Evi yang terlihat lebih kuat, menarik, atau mencolok.

Psikologi warna bisa dimainkan dan ini banyak dikenal di dunia fotografi.

“Tapi bisa juga itu keberuntungan atau lucky, tidak sengaja memilih foto itu. Tetapi dari sisi metafoto ternyata memenuhi syarat foto yang memiliki pesan kuat pada pemilih,” ujarnya.

Tapi apapun itu, keberhasilan Evi dinilai Asrin telah membuka inspirasi bagi para politisi yang berniat bertarung dalam pemilu. Mereka tidak cukup adu straregi visi dan misi, ketokohan, hingga menggaet artis untuk mengkampanyekan dirinya.

Tetapi, mulai memikirkan memakai foto terbaik yang dipunya. Demi mendongkrak elektabilitas di bilik suara.

“Saya pikir KPU harus segera memikirkan aturan terkait ini, jangan sampai nanti ada yang menaruh foto saat masih anak-anak dan lucu-lucunya, kan tidak lucu,” wanti-wantinya.

Sementara itu, Evi sendiri mengatakan ia tidak pernah merasa menjual paras untuk meraup perolehan suara. “Tapi kalau ada yang memilih karena alasan itu, ya saya syukuri saja. Alhamdulillah,” ujar Evi santai.

Namun, Calon DPD RI nomor 26 ini merasa selama ini dirinya menjual gagasan melaui visi dan misi. Selain itu, memberikan pemahaman politik pada masyarakat tentang pentingnya senator dalam menyambung harapan masarakat.

“Saya gelar diskusi-diskusi warung kopi dan ngobrol pintar tentang politik, supaya mereka bisa memahami gagasan saya,” ulasnya.

Calon DPD RI HL Suhaimi Ismy yang juga petahana, menilai munculnya wajah-wajah baru di senator NTB, tidak lepas dari strategi yang dimiliki para calon. Strategi itu sukses membuat para petahana banyak bertumbangan.

“Harus saya akui, strategi yang mereka gunakan luar biasa dan menandai mereka adalah putra-putri NTB yang terbaik,” puji Suhaimi.

KPU NTB Suhardi Soud menegaskan bahwa foto tersebut tidak menjadi persoalan karena sudah sesuai dengan mekanisme pencalonan.

”Jadi soal foto di masa pencalonan itu diterima dan foto itu diberi yang bersangkutan sesuai dengan mekanisme pencalonan, sehingga apa yang disampaikan sebenarnya tidak ada kaitan dengan jumlah suara oleh calon yang sedang diplenokan,” ujarnya pula.

Ia menambahkan, kalau pun ada yang dituntut soal moneypolitics, pembahasannya bukan dalam rapat pleno.

“Begitu juga dengan soal foto di masa pencalonan karena foto tersebut diberikan yang bersangkutan dan sudah sesuai dengan mekanisme pencalonan,” kata dia lagi.


Komisioner Bawaslu NTB Umar Ahmad Seth mempertanyakan protes yang disampaikan saksi Farouk Muhammad, sebab kalau pun ada dugaan kecurangan atau pun pelanggaran semestinya sedari awal sudah dilaporkan. Namun, nyatanya hingga hari ini tidak ada laporan tersebut diterima Bawaslu NTB.



”Orang yang disebut Evi Apita Maya tidak ada masuk laporan ke kami hingga hari ini. Kalau pun ada ingin melaporkan silakan datang ke Bawaslu NTB karena sudah ada tim gakkumdu yang akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan. Tentunya laporan tersebut harus ada pelapor, ada saksi dan bukti dokumen, sehingga itu bisa diproses dengan cepat,” katanya lagi.(zad/r2)

Berita Lainnya

NURMAS Jadian Selepas Isya

Lalu Muhammad Zaenudin

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post