Lombok Post
Politika

Jangan Terpengaruh Ajakan Rusuh

HARUS DI ANTISIPASI: Massa pendukung paslon 02 menggelar aksi unjukrasa di depan kantor KPU NTB, Jumat (17/5) lalu. Polda NTB mempersilakan warga menggelar aksi unjukrasa selama tidak melanggar aturan.

MATARAM-Adanya isu pergerakkan massa pada 22 Mei mendatang, untuk menolak hasil pemilu  patut diwaspadai.

Kapolda NTB Brigjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 di NTB berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dirinya juga tidak membantah, kerawanan sosial pasti ada. Mulai dari saat pelaksanaan kampanye kemudian di masa tenang hingga pemungutan suara.

“Riak-riak itu pasti ada,” terangnya, kemarin (20/5).

Meski demikian kerawanan sosial itu masih bisa diatasi. Dirinya mengingatkan, pada dasarnya keterlibatan langsung masyarakat sampai saat pemungutan suara saja. Selanjutnya tinggal KPU yang bekerja dalam penghitungan suara.

“Nah, pekerjaan ini kita serahkan kepada yang mempunya kewenangan yakni KPU,” tegasnya.

Terkait isu pergerakan massa tersebut Nana berharap, masyarakat NTB bersikap dewasa, tidak perlu sampai mengikuti adanya ajakan-ajakan dari oknum tertentu.

“Saya mengharapkan tidak perlu sampai ada mengikuti adanya ajakan-ajakan misalnya harus ke Jakarta, dari sini pun kita masih bisa mengikuti seperti apa penetapan hasil pemilu itu,” jelas Nana.

Meski demikian, Polda NTB tetap meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan pada 22 Mei besok. Bisa jadi ada juga imbauan dari massa pendukung peserta Pemilu 2019 untuk mendatangi KPU dan Bawaslu. Asalkan kegiatan yang dilakukan secara damai, ia merasa itu masih tahap yang wajar.

“Tetap kita lakukan pengamanan-pengamanan di KPU maupun Bawaslu,” tandasnya.

 Kepala Bakesbangpoldagri NTB H Lalu Syafi’I menyebut, situasi jelang penetapan hasil Pemilu 2019 di NTB sampai saat ini masih aman. Karena dari kacamata politik, pasangan Prabowo-Sandi di NTB menang telak.

“Kemudian, tipe masyarakat NTB kan agamis, jadi ibadah itu lebih utama dari segala-galanya, sehingga Ramadan ini ibadah mereka tidak ingin ternodai dengan hal-hal politik,” terangnya.

Mahalnya harga tiket pesawat ternyata mempengaruhi minat masyarakat untuk bepergian ke Ibukota. Kalau pun ada, pasti dalam jumlah yang sangat sedikit. Karena itu, dirinya berpesan pada masing-masing pendukung paslon, menyerahkan semua mekanisme penghitungan suara pada KPU, yang telah bekerja secara maksimal. Terkait pengerahan massa, pihaknya mendeteksi belum ada laporan mengenai hal itu.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, siapapun presidennya yang penting kita sejahtera, aman dan damai,” tegasnya. (yun/r2)

Berita Lainnya

Gandeng Kejaksaan, Gerindra Buru Figur

Redaksi LombokPost

Muis Belum Tertarik Jadi Bupati

Redaksi LombokPost

Demokrat Siapkan Satu Nama di Pilwali 2020

Redaksi LombokPost

Najmul-Djohan, Berebut PDIP

Redaksi LombokPost

Satu Bulan Lagi, PKB Punya Calon

Redaksi LombokPost

Husein Temui Mori

Redaksi LombokPost

Politisi, Harus Bebas Narkoba

Redaksi LombokPost

Peluang Mohan-Ahda, Terbuka!

Redaksi LombokPost

Dr Zul Rintis Dinasti?

Redaksi LombokPost