Lombok Post
Politika

22 Mei, NTB Kondusif!

MASIH KONDUSIF: Salah satu anggota polisi berjaga di kantor KPU NTB, kemarin (22/5).

MATARAM-Aksi 22 Mei terkait protes hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung rusuh dan menelan korban jiwa di Ibu Kota.

Melihat aksi itu, Polda NTB dan Korem 162/WB langsung menggelar apel siaga di Taman Sangkareang, kemarin (22/5). Langkah itu untuk mengantisipasi adanya unjuk rasa  serupa di NTB.

Namun demikian dari pantauan di lapangan, hingga tadi malam tak nampak aksi unjukrasa oleh warga. Polisi memberi pengamanan ekstra di KPU, Bawaslu dan sejumlah objek vital lainnya di NTB.

Kabid Humas Polda NTB AKBP H Purnama mengatakan, dari pantauan seluruh kabupaten/kota tidak ada tanda-tanda aksi demo yang akan dilakukan. Artinya, seluruh kawasan di NTB berlangsung kondusif. ”Tidak ada aksi demo hari ini,” kata Purnama kepada Lombok Post, kemarin (22/5).

Namun demikian polisi tetap siaga. Bahkan pengamanan yang  di kantor KPU dan Bawaslu dipertebal lagi. Sebelumnya, menggunakan satu pleton pengamanan, kini ditambah menjadi dua pleton. “Ditambah lagi tambahan pengamanan dua  pleton dari Korem 162/WB,” terangnya.

Penarikan anggota yang mengamankan wilayah akan berlangsung hingga 29 Mei mendatang. Sementara, untuk perpanjangannya sampai saat ini belum ada instruksi. “Nanti saja kita lihat, bagaiman instruksi dari pusat seperti apa,” ucapnya.

 Tak ada aksi unjuk rasa menjadi indikator bahwa NTB aman dan kondusif.  Tak seperti di wilayah Jakarta, masih terjadi aksi unjuk rasa. “Disini (NTB) masih aman terkendali.  Tidak ada organisasi yang akan melakukan demonstrasi,” kata dia.

Dia mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak terpancing berita hoax.  Karena, di media sosial berseliweran berita yang kebenarannya patut dipertanyakan. ”Jangan percaya konten-konten yang tidak jelas di media sosial,” jelasnya.

Sementara ini, penggunaan media sosial dibatasi. Langkah itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran hoax yang dapat mengganggu kondusifitas yang ada di setiap daerah. ”Menkopolhukam telah memberikan pernyataan di media, penggunaan media sosial untuk sementara ini dibatasi,” ungkapnya.

Dia meminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk tidak turun melakukan aksi. Lebih baik di Bulan Ramadan ini lebih baik dijadikan momentum meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.  “Rawat dan jagalah kondusifitas di daerah kita dengan baik. Jangan sampai kebersamaan kita retak,” tutupnya.

Danrem 162 WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, apel siaga yang dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi di wilayah NTB. Mengingat, situasi di Ibu Kota Jakarta mulai memanas.

Jika ada yang melakukan kegiatan unjuk rasa, TNI-Polri akan melakukan pendekatan soft power. Bukannya, hard power. ”Yang kita lakukan adalah langkah-langkah pendekatan persuasif,” bebernya.

Dia mengatakan, tahapan pemungutan suara sudah selesai. Apabila ada hal-hal yang dianggap melanggar aturan harus diselesaikan sesuai mekanisme dan prosedur yang sudah ada. “Sehingga, hasil pelaksanaan pesta demokrasi  berjalan aman dan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” ungkapnya.

Dia menegaskan, TNI-Polri lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi kepada raykat, serta akan kembali kepada rakyat. ”Untuk itu, mari kita komunikasikan dan koordinasikan semua persoalan itu dengan pendekatan. Sehingga, tidak merugikan banyak orang,”pungkasnya. (arl/zad/r2)

Berita Lainnya

Gandeng Kejaksaan, Gerindra Buru Figur

Redaksi LombokPost

Muis Belum Tertarik Jadi Bupati

Redaksi LombokPost

Demokrat Siapkan Satu Nama di Pilwali 2020

Redaksi LombokPost

Najmul-Djohan, Berebut PDIP

Redaksi LombokPost

Satu Bulan Lagi, PKB Punya Calon

Redaksi LombokPost

Husein Temui Mori

Redaksi LombokPost

Politisi, Harus Bebas Narkoba

Redaksi LombokPost

Peluang Mohan-Ahda, Terbuka!

Redaksi LombokPost

Dr Zul Rintis Dinasti?

Redaksi LombokPost