Lombok Post
NTB

RSUD Janji Bantu Fatmawati

TAK BISA BAYAR: Rahmad Ramadani (kanan, berdiri) memandang ibunya yang mengidap penyakit kanker payudara dan belum bisa membayar biaya rawat inap karena dimasukkan menjadi pasien umum di RSUD dr Raden Soedjono Selong, kemarin (23/5).

SELONG-Patmawati, penderita kanker payudara tak mampu membayar biaya rawat inap di RSUD dr Soedjono Selong. Meski warga tak mampu namun dikategorikan pasien umum oleh pihak RSUD. “Karena terlambat bayar denda BPJS, katanya kami jadi pasien umum,” kata putera Patmawati, Rahmad Ramadani kepada Lombok Post, kemarin (23/5).

Awalnya, Patmawati yang kondisi penyakitnya sudah parah masuk dengan membawa kartu BPJS. Namun kartu tersebut dikatakan beku karena belum bayar denda. Akibat dari keterlambatan membukanya, pihak rumah sakit menjadikannya pasien umum.

Ramadani yang masih remaja mengaku kesulitan mengurus ibunya. Ia tak bisa bergerak cepat. Sementara ia merupakan putera semata wayang. Ayahnya sendiri bekerja sebagai TKI di Malaysia. Kata Ramadani, boro-boro mengirim uang, mendengar kabar ia selamat saja sudah syukur. Karena berangkatnya dengan jalur gelap.

Koordinator Endri Foundation (EF) Agus Salim mengatakan, pihak rumah sakit menjadikan Patmawati pasien umum. Padahal ia merupakan warga tidak mampu dan memiliki SKTM. “Kasihan sekali kondisinya. Seharusnya pihak rumah sakit memberikan kebijakan untuk pasien seperti ini,” keluh Agus.

Agus menerangkan, seharusnya Patmawati yang terus meringis menahan sakit harus segera dirujuk ke Mataram. Tapi karena tak mampu membayar biaya mencapai Rp 4,9 juta lebih,  Patmawati harus menunggu bantuan. “Kita berharap pihak rumah sakit bisa membantu mengurusnya,” harap Agus.

Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD dr Raden Soedjono Selong H L Harianto mengatakan, memang keluarga Patmawati terlambat mengurus kartu keanggotan BPJS. Di mana batas yang diberikan rumah sakit tiga hari. Sementara untuk memakai SKTM juga tidak bisa jika sebelumnya sudah ada BPJS.

“Tapi kami akan bantu jika benar pasien merupakan keluarga tidak mampu. Apalagi ini penyakit kanker,” jelasnya.

Selain itu, Harianto juga menegaskan jika yang terpenting saat ini adalah mengaktifkan BPJS-nya. Sebab penanganan kanker tidak sehari dua hari. “Bisa jadi pasien juga harus dirujuk ke luar daerah. Sedang di sana tidak berlaku SKTM,” jelasnya. (tih/r5)

Berita Lainnya

BCA Gelar Operasi Katarak di RSI Yatofa

Redaksi Lombok Post

Masuki Pensiun, PNS Dibekali Kewirausahaan

Redaksi Lombok Post

Peringati Harhubnas, Amman Mineral dan KUPP Benete Lakukan Gerakan Bersih Laut dan Pantai

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost