Lombok Post
Giri Menang Headline

Pemudik Mulai Tinggalkan Pulau Lombok

SIAP KEMBALI BEKERJA: Sejumlah pemudik saat menunggu antrean untuk membeli tiket penyeberangan Pelabuhan Lembar-Padangbai Bali kemarin malam (6/8).

GIRI MENANG-Arus Balik Mudik di Pelabuhan Lembar sudah dimulai sejak kemarin malam (8/6). Ribuan pemudik asal Pulau Lombok memadati Pelabuhan bersiap menyeberang ke Pelabuhan Padangbai Bali. Mereka bersiap untuk meninggalkan Pulau Lombok karena harus mulai bekerja di tempatnya masing-masing terhitung mulai hari ini.

“Sudah seminggu di Lombok. Sekarang mau kembali karena besok Senin (hari ini, Red) harus sudah mulai kerja. Kebetulan saya kerja di Indomaret Denpasar,” ujar Awan Pranadi salah seorang warga asal Pujut, Lombok Tengah.

Awan bersama istri dan seorang anaknya mengaku memilih perjalanan malam hari untuk menyeberang. Agar minggu pagi ia sudah tiba di Bali untuk beristirahat. Baru kemudian keesokan harinya bisa mulai bekerja.

“Alhamdulillah setiap tahun selalu pulang mudik mengulum keluarga. Tapi kalau tinggalnya sekarang saya sama anak istri di Bali,” akunya.

Senada dengan Awan, Nuri warga asal Lombok Tengah lainnya juga mengaku dirinya hendak menyeberang ke Bali bersama suaminya. Lantaran, hari ini, suaminya yang bekerja sebagai supir angkutan umum sudah harus mulai bekerja. “Senin suami sudah mulai kerja. Kebetulan dia asli orang Bali tapi ikut anterin saya pulang mudik ke Lombok,” tuturnya.

Antrean panjang yang terjadi di Pelabuhan Lembar tadi malam membuat Nuri terpaksa harus menunggu suaminya berjam-jam di sekitar area pelabuhan. Dari keterangan para penumpang, mereka harus mengantre untuk mendapatkan tiket kapal hingga dua sampai tiga jam.

“Tahun ini mudik yang paling ruwet. Udah dua jam nunggu baru bisa naik kapal,” timpal Ical, pemudik asal Bima yang mengaku hendak kembali ke Bali juga untuk bekerja.

Ical mengaku ia harus dua kali menyeberang agar bisa kembali ke Bali. Mulai dari Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa menuju Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Dilanjutkan dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai Bali. Namun ia tidak menyangka antrean yang akan dialami cukup panjang di Lembar. Karena tahun sebelumnya tidak seperti ini.

Tak hanya Ical yang mengeluhkan panjangnya antrean. Beberapa penumpang lain mengaku bahkan hingga tiga jam menunggu agar bisa naik kapal. Pantauan Lombok Post hanya satu kapal yang beroperasi kemarin malam. Dua dermaga terlihat belum ada kapal yang datang. Sehingga ratusan bahkan ribuan penumpang terpaksa menunggu di area Pelabuhan. Penumpang didominasi oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Koordinator BPTD Pelabuhan Lembar Nelson memberikan data jika arus mudik tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Misalnya untuk trip atau penyeberangan kapal H-7 lebaran hingga H+1, jumlahnya mencapai 158. Meningkat satu trip dibanding tahun 2018 yang hanya 157.

Sementara untuk penumpang mengalami kenaikan dai 30.555 orang di tahun 2018 meningkat menjadi 30.789 orang di tahun ini. Namun khusus untuk pemudik yang menggunakan roda dua justru dari data BPTD mengalami penurunan. Dari 5.090 unit kendaraan menjadi 4.665 unit kendaraan.

Kenaikan terjadi pada pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat. Dari jumlah 4.412 di tahun 2018 meningkat menjadi 4.840 di tahun 2019. Data ini sudah termasuk pemudik yang menyebrang menggunakan kapal jalur Pelabuhan Lembar-Padangbai maupun yang menggunakan KMP Legundi jalur Lembar-Surabaya.

Sementara untuk arus balik pemudik yang datang dari luar daerah menuju Pulau Lombok hingga kemarin malam masih belum terlihat padat. Namun pihak BPTD mengaku jumlahnya memang tidak terlalu signifikan dan sudah mulai berlangsung sejak Jumat pekan lalu. Diprediksi puncak arus balik mudik warga luar daerah dengan tujuan Lombok akan berlangsung hari ini. (ton/r8)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post