Lombok Post
Headline Tanjung

Data Penerima Jadup Ditarget Rampung 17 Juni

Faisol

TANJUNG-Anggaran jaminan hidup (jadup) yang dijanjikan Kementerian Sosial RI belum juga cair untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU). Keterlambatan pencairan diduga akibat data penerima dari sejumlah desa belum rampung.

Karena itu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) KLU memberi waktu pada pemerintah desa (pemdes) mengumpulkan seluruh data tersebut hingga 17 Juni mendatang. Setelah data tersebut rampung, dinas akan mengirimkan lagi ke kecamatan untuk dikroscek lagi.

“Kalau seandainya dari kecamatan ada data yang berbeda, sisanya ini kita masukan lagi untuk didata lagi di tahap selanjutnya,” tutur Kepala Dinsos P3A KLU Faisol, kemarin (11/6).

Ia mengungkapkan, masih ada beberapa dusun yang belum memasukan data penerima jadup. Sebab itu, pihaknya langsung menyurati pihak kecamatan. Pihak kecamatan nantinya yang akan  menindaklanjuti ke dusun yang bersangkutan.

“Kami sudah menyampaikan pada ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU untuk ikut membantu. Nanti kita akan lakukan pertemuan lagi setelah semua buku rekening itu jadi,” jelasnya.

Ia berharap 17 Juni mendatang semua data sudah rampung dan semua masyarakat bisa terakomodir. Karena itu semua pemerintah desa dan dusun harus aktif membantu.

“Kemarin kita dapat laporan dari masyarakat yang bilang masih ada yang belum diakomodir, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah datanya lengkap, akan dilakukan input di bank. Pihak bank juga akan melakukan pengecekan kembali. Jika ada yang kurang atau lebih akan segera ditindaklanjuti.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial (Resos) Dinsos P3A Suryadin menuturkan, ada sejumlah dusun yang data penerima jadup dikembalikan. Seperti tiga dusun di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga. Data tersebut dikembalikan dikarenakan adanya penerima yang NIK-nya tidak dicantumkan.

Hal serupa terjadi di tiga dusun di Desa Rempek, dan dua dusun di Desa Gondang. Sementara di Kecamatan Bayan, Dinsos belum menemukan permasalahan karena sedang dalam proses. Begitu juga dengan Kecamatan Tanjung juga tengah dalam proses.

“Di Tanjung sudah ada dua desa yang kita buatkan rekeningnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, sejauh ini sudah ada 6 desa yang sudah terverifikasi datanya. Data tersebut juga sudah diserahkan ke pihak bank. Yakni 4 desa di Kecamatan Pemenang dan 2 desa di Kecamatan Tanjung.

“Sementara yang lain sedang menyusul untuk kita buatkan data-datanya supaya valid,” pungkasnya. (fer/r4)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post