Lombok Post
Politika

Menanti Rematch Johan-Najmul

H Najmul Akhyar

MATARAM-Najmul Akhyar dan Johan Sjamsu, pernah mesra memimpin  Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun pada tahun 2015 lalu, keduanya pecah kongsi.

Najmul yang kala itu wakil bupati Lombok Utara, memilih menantang bupati Lombok Utara kala itu Johan Sjamsu dalam Pilbup KLU. Alhasil, Johan tumbang, Najmul pun naik tahta.

Kini peluang re-match itu terbuka lebar. Jelang dekatnya momen pilkada 2020. KLU jadi satu dari tujuh daerah yang akan mencari pemimpinnya nanti.

Sejumlah tokoh masyarakat kabarnya mendorong lagi Johan maju dalam pilkada 2020. “Ya memang ada beberapa yang mengajak bertemu, tapi belum saya putuskan,” kata Johan saat dihubungi Lombok Post.

Ia merasa perlu mempertimbangkan banyak hal. Terkait rencana akan maju atau tidak dalam pilkada 2020. Menanggapi adanya desakan dari beberapa tokoh yang meminta ia maju dan menginginkan dirinya memimpin, Johan menanggapi dengan tawa kecil.

Haha.. iya, iya,” ujarnya pendek.

Ia merasa masih butuh waktu merenungi dan memutuskan. Sembari terus mendengar aspirasi masyarakat. Sampai ia dapat keyakinan dan akhirnya mengumumkan rencana apakah akan menantang lagi sang mantan wakil atau tidak.

“Nanti saya kabari kalau memang akan maju,” kelitnya.

Sekalipun masih terlihat berat memutuskan akan maju atau tidak, Johan kabarnya rutin melakukan grilya politik. Belakangan fotonya saat bertemu dengan Wakil Bupati KLU Sarifudin, Ketua Nasdem KLU, pegiat sosial Endri’s Fondation, dan Lalu Winengan jadi pembicaraan dunia maya.

Pertemuan itu didesas-desus jadi cikal bakal, membangun kekuatan melawan petahana di pilkada 2020. Namun Johan lagi-lagi enggan menanggapi itu.

Sementara itu, PDI Perjuangan partai pendukung Najmul Ahyar pada pilkada 2015 lalu, terlihat enggan memperpanjang rencana koalisi lagi.

“Belum ada rencana ke arah itu (memperpanjang koalisi),” kata Made Slamet, Ketua Bappilu PDIP NTB.

Ditanya terkait alasan enggan mendukung Najmul, Made enggan merinci secara jelas. Namun ia menegaskan itu, tak ada kaitannya dengan kekecewaan politik antara PDIP dengan Najmul.

“Bukan, kami tentu ingin agar kader partai yang ada di sana,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

Gandeng Kejaksaan, Gerindra Buru Figur

Redaksi LombokPost

Muis Belum Tertarik Jadi Bupati

Redaksi LombokPost

Demokrat Siapkan Satu Nama di Pilwali 2020

Redaksi LombokPost

Najmul-Djohan, Berebut PDIP

Redaksi LombokPost

Satu Bulan Lagi, PKB Punya Calon

Redaksi LombokPost

Husein Temui Mori

Redaksi LombokPost

Politisi, Harus Bebas Narkoba

Redaksi LombokPost

Peluang Mohan-Ahda, Terbuka!

Redaksi LombokPost

Dr Zul Rintis Dinasti?

Redaksi LombokPost