Lombok Post
Praya

Pembebasan Lahan Sirkuit MotoGP, Warga Maunya Rp 150 Juta per Are

INDAH MEMESONA: Potret KEK Mandalika dari atas bukti di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, kemarin (12/6).

PRAYA-Indonesia Tourism Development Corporatioan (ITDC) masih memiliki pekerjaan rumah yang berat, dalam menyukseskan pembangunan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hingga sekarang, mereka masih dihadapkan dengan persoalan lahan yang belum rampung sepenuhnya.

”Menyisakan 3,5 hektare, dari total lima hektare. Selebihnya, sudah kita bayar,” kata Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan, kemarin (12/6).

Penyebabnya, bukan karena sengketa hukum antara kedua belah pihak. Melainkan, harga yang dijual warga, melebihi perhitungan tim appraisal. Nilainya, antara Rp 100-150 juta per are. Sedangkan, rekomendasi tim appraisal antara Rp 70-80 juta saja. Angka itu, tentu memberatkan ITDC.

Untuk itulah, dalam waktu dekat Kementerian ATR/BPN, bidang pengadaan tanah akan turun ke sana. Harapannya, warga bisa melepas lahan sesuai perhitungan tim appraisal. Bukan atas kehendak pribadi. Dia mengingatkan, lahan tersebut cepat atau lambat akan mendatangkan keberkahan bagi warga.

Karena hajat pembangunan KEK Mandalika katanya, menyejahterakan dan  meningkatkan roda perekonomian masyarakat. ”Mohon permaklumannya,” cetus Wirawan.

Kendati demikian, ITDC tetap mengikuti jadwal pembangunan lintasan MotoGP Oktober mendatang, sehingga akhir tahun 2020 sudah rampung dan 2021 mulai digunakan.

Total investasi pembangunan mencapai Rp 15 triliun, di luas areal lahan 120 hektare (ha). Itu sudah termasuk tujuh hotel berbintang, convention center, rumah sakit, taman, dan fasilitas pendukung lainnya. Lintasannya saja menghabiskan Rp 562-702 miliar, dengan panjang 4,32 kilometer (KM) dan 18 tikungan.

”Dukungan seluruh elemen masyarakat Loteng, diperlukan dalam mensukseskan pembangunan KEK Mandalika ini,” sambung Bupati Loteng HM Suhaili FT, dalam sambutannya pada acara Lebaran Topat di Pantai Kuta, kemarin.

Dia mengingatkan, setelah pagelaran MotoGP dimulai, maka perputaran uang di sana akan sangat besar. Karena, wisatawan yang datang dari berbagai dunia mencapai ratusan ribu orang pada saat hari H saja. Belum termasuk promosi yang diterima Lombok yang diyakini akan juga menyedot wisatawan sepanjang tahun. ”Seluruh dunia memandang Loteng khususnya, NTB dan Indonesia pada umumnya,” ujar Suhaili. (dss/r9)

Berita Lainnya

27 UMKM Lingkar KEK Mandalika Dapat Bantuan

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Dana Dam Mujur Tersedia, Daerah Harus Kompak

Redaksi Lombok Post

Pasangan HL Pathul Bahri dan Ferdi Elmansyah Hampir Final

Redaksi Lombok Post

11 Pengedar Narkoba Antar-Kabupaten Dibui

Redaksi Lombok Post

Dam Mujur Belum “Mujur”

Redaksi Lombok Post

Ferdi Dapat Restu Ibu Siap Maju di Pilbup Loteng 2020

Redaksi Lombok Post

Majukan Pariwisata dengan Menggenjot SDM

Redaksi Lombok Post

Warga Tolak Pansel Pemerintah Desa Mertak Tombok

Redaksi Lombok Post