Lombok Post
NTB

Jembatan Lombok-Sumbawa Butuh Rp 20 Triliun

PESONA SUMBAWA: Pulau Kenawa merupakan salah satu destinasi baru bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana padang savana di wilayah Sumbawa. Jembatan Lombok-Sumbawa bisa mendukung pariwisata di Pulau Sumbawa.

MATARAM-Jembatan yang menghubungkan Pulau Lombok dan Sumbawa membutuhkan dana sangat besar. Dengan panjang 16,5 kilometer (km) dibutuhkan biaya Rp 850 miliar hingga Rp 1 triliun tiap km. Minimal dibutuhkan Rp 16,5 triliun untuk konstruksi saja, ditambah biaya asesoris dan fasilitas lainnya bisa mencapai Rp 20 triliun.

”Jangka waktu untuk mengembalikan biaya pembangunan sekitar 20 tahun,” kata Asisten II Setda NTB bidang Perekonomian dan Pembangunan H Ridwan Syah yang ditemui di kantor Gubernur NTB, kemarin (14/6).

Dengan kebutuhan dana yang sangat fantastis, pemda tidak mungkin mampu memenuhinya. Karena itu, salah satu alternatifnya hanya dengan mengundang investor. Pemerintah akan mencari investor yang mau membangun jembatan itu.

Dia menjelaskan, sebelum megaproyek itu diputuskan untuk dibangun, dia harus melalui tahapan yang cukup panjang. Tahapan yang sudah dilakukan baru prastudi kelayakan, sebatas mengkaji kemungkinan secara teknis. Misalnya mengukur panjang jembatan, lokasi pembangunan di mana, konstruksi apakah di atas laut atau terowongan. ”Secara teknis tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian pre-feasibility study yang dilakukan Korindo Group menyatakan, rencana pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa di Selat Alas layak secara teknis.

Selanjutnya dilakukan feasibility study (FS) lanjutan. Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) harus menguji lagi kelayakan dari sisi ekonomi. Apakah jembatan itu layak atau tidak dari sisi ekonominya. Sebab membangun jembatan Lombok-Sumbawa membutuhkan investasi besar. Selanjutnya dari sisi lingkungan juga harus diperhatikan.

Ridwan menambahkan, pemprov dalam hal ini berperan membantu pembangunan sebab melibatkan dua kabupaten. Salah satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan adalah membantu pendanaan FS sesuai permintaan Pemda KSB sebesar Rp 5 miliar di 2020. ”Gubernur sudah berstatemen akan memberikan dukungan,” katanya.

Setelah FS selesai, baru selanjutnya pemerintah menawarkan ke berbagai pihak untuk ikut membangun. Tidak hanya investor, pemerintah pusat juga bisa membantu pembiayaan melalui APBN.

Pembangunan jembatan tersebut menurutnya sangat strategis untuk memperlancar roda perekonomian. Sebab jalur itu bisa menjadi jalur distribusi logistik nasional, dan PT AMNT akan mengembangkan industri pengolahan konsentrat atau smelter. ”Jembatan akan memberikan kemudahan yang luar biasa,” katanya.

Tidak hanya bagi warga KSB tetapi juga masyarakat secara luas, serta para pelaku industri kedua wilayah. Sebab wilayah Lombok juga akan mendapatkan manfaat. Sebab jarak tempuh penyeberangan bisa dipangkas, dari 1,5 jam menggunakan kapal menjadi 15 menit.

Dia menjamin jembatan itu tidak akan mematikan usaha kapal. Menurutnya masyarakat bisa memilih sendiri, mereka bisa menghitung sendiri mana yang lebih menguntungkan.

Kepala Biro Humas dan Protokol NTB Najamuddin menilai, pembangunan jembatan itu sangat bagus karena mempermudah akses masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah. Tapi sampai hari ini belum pernah dibicarakan secara teknis antara Pemda KSB dan Pemprov NTB soal itu. ”Baru sebatas disampaikan di Musrenbang saja,” katanya.

Pemprov mengapresiasi ide Pemda KSB. Tetapi membangun konektivitas seperti itu dibutuhkan komunikasi dengan daerah lain. Juga disinkronkan dengan RPJMN. Semua pihak butuh duduk bersama kembali. ”Kita perlu belajar banyak dari Suramadu, berdasarkan riset justru tidak menguntungkan bagi pedagang Madura,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Kawasan Samota Butuh Infrastruktur Pendukung

Redaksi Lombok Post

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika Didukung Penuh DPD RI

Redaksi Lombok Post

Gubernur NTB Wajibkan Aparat Pemerintah Desa Ramah pada Investasi dan Melek Informasi

Redaksi Lombok Post

Usai Kebakaran, Pendakian Rinjani Kembali Dibuka tapi Ancaman Masih Ada

Redaksi Lombok Post

Pertumbuhan Ekonomi NTB Tertinggi Keempat di Indonesia

Redaksi Lombok Post

Sekolah Buin Batu di Tambang Batu Hijau Wakili Indonesia dalam Ajang Kompetisi Pendidikan Tingkat Internasional

Redaksi Lombok post

500 Orang Jadi Karyawan Permanen PT Macmahon

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post

BRI Gelar Business Gathering Dengan PJTKI

Redaksi Lombok Post