Lombok Post
Giri Menang Headline

PAD Lobar Turun Drastis

Kunjungan Wisatawan Masih Rendah

MASIH SEPI: Sejumlah wisatawan tengah bersantai di area kolam renang Hotel Jayakarta, belum lama ini.

GIRI MENANG-Kondisi pariwisata Lombok Barat (Lobar) masih belum pulih. Dampak gempa tahun 2018 lalu hingga faktor mahalnya tiket pesawat menyebabkan kondisi pariwisata masih belum stabil. Dampaknya, jumlah pemasukan yang didapatkan Pemkab Lobar dari pajak sektor pariwisata pun menurun drastis.

“Kunjungan wisatawan asing dan domestik pantauan kami memang masih rendah. Penyebabnya karena bencana alam dan juga akibat kenaikan harga tiket pesawat,” terang Kepala Bapenda Lobar H Darsapardi ditemui di ruang kerjanya kemarin (14/6).

Ia mengaku, bisa memahami jika kunjungan wisatawan asing ke Lobar  mengalami penurunan drastis pascagempa. Karena penurunan kunjungan wisatawan asing ini memang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Namun Pemda Lobar sebenarnya berharap kunjungan wisatawan domestik bisa menutupi penurunan kunjungan wisatawan asing. Sayangnya, akibat kondisi harga tiket pesawat yang mahal, wisatawan domestik juga anjlok.

“Bayangkan saja, yang semula per bulan rata-rata kami dapatkan (pajak) sebelum gempa mencapai Rp 5,5 miliar, sekarang per bulan rata-rata hanya Rp 2 miliar. Itu yang terjadi sekarang,” beber Darsapardi.

Sehingga, target PAD sebesar Rp 279 miliar kemungkinan besar akan direvisi saat pembahasan APBD Perubahan mendatang. Karena target ini dinilai tidak realistis dengan melihat kondisi pariwisata saat ini. Terlebih sumber PAD terbesar Lobar berasal dari sektor pariwisata. Bersumber dari pajak hotel, restoran dan tempat hiburan.

“Mudah-mudahan bisa dipahami semua pihak, jangan sampai kita mempertahankan target PAD sementara kondisinya tidak realistis,” cetusnya. Secara keseluruhan, realisasi PAD Lobar memasuki Bulan Juni baru mencapai 26,38 persen atau sekitar Rp 73 miliar dari target 279 miliar di tahun 2019. Jumlah ini tentu masih jauh dari harapan.

Terpisah, manajemen Hotel yang ada di kawasan pariwisata Senggigi mengaku secara umum terjadi peningkatan okupansi memasuki Juni. Namun keterisian kamar masih jauh dibandingkan kondisi sebelum terjadinya gempa tahun lalu.

“Alhamdulillah (okupansi) lebih baik dari bulan sebelumnya. Meskipun masih 50 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” jelas General Manager Hotel Jayakarta Cherry Abdul Hakim. Kunjungan sejauh ini didominasi oleh wisatawan domestik. Dimana perbandingannya 80 persen untuk wisatawan domestik dan 20 persen untuk wisatawan asing. (ton/r8)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post