Lombok Post
Giri Menang Headline

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Didominasi Dokter Spesialis dan Guru di Sekotong

BERJUANG: Sejumlah pelamar saat mengurus berkas pendaftaran CPNS Lobar tahun lalu.

GIRI MENANG-Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lombok Barat (Lobar) tengah menyusun usulan formas CPNS tahun ini. Ada sejumlah perubahan formasi yang akan disulkan ke KemenPAN-RB.

“Sekarang yang kita fokuskan dokter spesialis. Karena keberadaan dokter spesialis ini menentukan rumah sakit tetap pada tipenya atau tidak,” terang Kasubid Pengadaan Pegawai BKDPSDM Lobar H Rizki Bani Adam, kemarin (18/6).

Namun demikian, Pemkab Lobar masih khawatir jika usulan dokter spesialis ini tidak akan disetujui pihak KemenPAN-RB. Itu berdasarkan pengalaman tahun lalu.

“Tahun lalu, kita juga mengajukan usulan formasi dokter spesialis ke KemenPAN-RB namun tidak mendapat persetujuan,” bebernya.

Padahal, sesuai usulan rumah sakit pratama RSUD Awet Muda Narmada dan RSUD Tripat dibutuhkan setidaknya sekitar 20 dokter spesialis di Lobar. Ini yang kemudian diajukan ke KemenPAN-RB.

Selain dokter spesialis, Rizki juga mengaku untuk tenaga kesehatan diajukan formasi untuk perawat atau bidan. “Ada (perawat dan bidan) namun jumlahnya kecil. Satu atau dua. Karena kita juga ajukan tenaga kesehatan lingkungan, nutsisionist, radiologi, anestesi, dan transfusi darah,” jelasnya.

Sedangan untuk tenaga guru, usulan formasi CPNS tahun ini sekitar ada 28 formasi alokasi untuk Sekolah Dasar (SD) yang ada di Sekotong. Termasuk juga untuk eks Honorer Kategori II.

Usulan formasi teknis lainnya saat ini juga disesuaikan kebutuhan masing-masing OPD. Seperti Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan BKDPSDM. “Termasuk kami di sini (BKDPSDM). Kami membutuhkan tenaga IT,” jelasnya.

Rencana awal, ada 217 formasi CPNS yang diusulkan tahun ini ke KemenPAN-RB, namun setelah dirancang kembali, kemungkinan jumlahnya bertambah menjadi 228. “Tapi ini juga masih belum fix,” terang Rizki.

Batas penyerahan usulan ini molor dari yang semula tanggal 15 Juni kini menjadi tanggal 20 Juni besok.

Sebagai perbandingan, untuk tahun 2018 lalu, Lobar mengusulkan 219 formasi ke KemenPAN RB. Formasi tersebut didominasi oleh tenaga guru dan kesehatan. Begitu juga tahun ini, Kepala BKDPSDM Lobar Suparlan sebelumnya mengaku yang dipriorotaskan adalah pelayanan dasar tenaga guru dan kesehatan.

“Dari formasi yang diusulkan, 70 persen untuk tenaga PPPK. 30 persen untuk CPNS. Tetapi PPPK yang diprioritaskan yang sudah masuk kategori dua. Jumlahnya sekitar 150. Sisanya itulah nanti untuk formasi umum,” urainya.

Mantan Camat Batulayar ini mengaku sebenarnya pihaknya berharap bisa mengusulkan formasi CPNS yang lebih banyak tahun ini. Namun belajar dari tahun sebelumnya, jumlah yang diakomodir selalu berada di angka sekitar 200 formasi.

“Setiap tahun kita usulkan 1.000 lebih tapi yang diakomodir hanya sekitar 200-an,” akunya.

Sehingga, formasi yang diusulkan tahun ini disesuaikan dengan kebutuhan daerah didasarkan pada formasi yang memang ditinggalkan PNS pensiun dan yang meninggal dunia. (ton/r3)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post