Lombok Post
Metropolis

Bisa Membangun, Tak Bisa Merawat!

TIDAK TERAWAT: Seorang anak melompat dari miniatur perahu layar di pantai Ampenan, Kota Mataram, beberapa hari lalu. Miniatur yang menjadi ikon pantai Ampenan itu kondisinya tidak terawat dan tak lagi enak dipandang.

MATARAM-Untuk urusan membangun, Kota Mataram bisa jadi yang paling hebat diantara daerah-daerah lain di NTB. Sayangnya, prestasi itu tak dibarengi dengan kemampuan daerah ini dalam merawat dan mengelola bangunan tersebut.

Salah satu contoh yang paling ikonik tentu Mataram Water Park (MWP) di area Taman Udayana. Meski sudah menghabiskan anggaran bermiliar-miliar rupiah, tempat ini nyaris tak pernah bisa difungsikan dengan maksimal sejak diresmikan pada 2009 silam.

Kini, ikon bangunan tak terawat di Kota Mataram bertambah. Yakni miniatur perahu layar dua dimensi yang ditempatkan di pantai Ampenan. Dibangun pada akhir 2017 dan mulai difungsikan pada awal 2018, miniatur ini sekarang kondisinya memprihatinkan.

Padahal, untuk membangun miniatur yang sempat menjadi tempat favorit berswafoto warga kota itu, Pemkot Mataram harus menggelontorkan uang rakyat ratusan juta. “Ya, layarnya sobek. Untuk perbaikan, sudah diusulkan anggarannya di APBD,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Menurut Tura, dana yang diusulkan untuk perbaikan sebesar Rp 50 juta. “Anggarannya murni dari APBD Perubahan,” ujarnya.

Anggaran sebesar itu, untuk menata semua aksesoris perahu layar tersebut. Kain layar dan besi, akan diganti dengan yang baru. Sehingga, pada perancangannya nanti, akan melibatkan tim ahli.

Tura memprediksi, bila APBD Perubahan diketok pada Juli ini, maka pengerjaannya bisa dilakukan pada Agustus dan tuntas akhir Desember.

“Karena ini dananya Rp 50 juta, tidak melalui proses tender, tetapi penunjukkan langsung. Maka akan lebih cepat prosesnya. Mudah-mudahan akhir tahun sudah selesai,” tandasnya.

Terpisah, Camat Ampenan Muzakir Wallad menyambut baik rencana Pemkot Mataram memperbaiki miniatur perahu layar di pantai Ampenan. Menurutnya, ikon tersebut sampai saat ini masih memiliki pengaruh dan daya tarik warga untuk mengunjungi pantai Ampenan.

“Apalagi ini kan sering dipakai buat foto-foto oleh masyarakat, terutama saat sunset. Semoga perbaikan ini akan mengembalikan lagi keindahan miniatur perahu layar itu,” tandasnya. (yun/r3)

Berita Lainnya

Warga Sekarbela Sumbang Rp 162,5 Juta untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post