Lombok Post
Metropolis

Cerita Agus Fahrul, Membawa Ratusan Anak Yatim Piatu Belanja Baju Lebaran

SERUNYA BELANJA: Tiga anak yatim yang ikut dalam kegiatan belanja baju lebaran bersama MAI, sedang menenteng keranjang selepas membeli pakaian untuk kebutuhan lebaran di Lombok Epicentrum Mall.

Ramadan telah berlalu. Namun, cerita keberkahan yang hadir dalam bulan suci itu, nampaknya tidak bisa hilang begitu saja. Seperti yang dialami Agus, netizen yang postingannya di akun facebook viral.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

==========================

Pandangannya serius. Mengarah ke secarik kertas. Bola mata itu bergerak dari kiri ke kanan. Bibirnya sedikit bergerak. Membaca setiap kata yang tertulis. Tenaga Pengajar jurusan akuntasi di STIE AMM itu, rupanya sedang fokus. Memeriksa kembali hasil pekerjaan mahasiswanya.

“Oh ya selamat datang, maaf tadi ada pekerjaan sedikit,” katanya, sambil membenarkan tempat duduk.

Dengan sopan, ia menyambut Koran ini. Sambil tersenyum ramah. Seakan tahu maksud dan tujuan datang menghadapnya. Namanya Agus Fahrul C. Pemilik akun facebook dengan nama Agus Poenya itu sempat menjadi buah bibir kalangan netizen Indonesia.

Bagaimana tidak? Postingan diakun facebooknya, yang memuat kegiatan belanja bersama anak-anak yatim piatu, viral di sosial media. Agus sendiri tidak pernah membayangkan dan menyangka. Yang ia tahu hanyalah, bagaimana mempertanggung jawabkan bukti kegiatan kepada para donatur

Pria kelahiran 1984 ini menuturkan, pada awalnya, postingan itu murni ditujukan sebagai bukti kepada para panitia, relawan, donatur dan partisipan dalam kegiatan belanja baju lebaran bersama MAI (Majelis Anak Indonesia), karena pada saat transfer, hampir semua donatur mengatas namakan Hamba Allah.

“Kalau namanya jelas, pakai nama langsung tetapi semua donatur pakai nama Hamba Allah, jadinya kami posting semua, agar mereka tahu ke mana arah sumbangannya,” jelas Agus.

Agus mengatakan, kegiatan belanja bersama MAI, bermula dari diskusi biasa. Ia bersama teman-temannya ingin membuat sesuatu yang berbeda pada Ramadan tahun ini. Menghindari untuk memberikan sumbangan langsung kepada sebuah yayasan dan ini merupakan kegiatan pertama MAI.

Karena kegiatan seperti itu, pasti sudah banyak yang melakukan. Mengingat setiap momen Ramadan, umat muslim berlomba-lomba dalam kebaikan. Akhirnya tercetuslah ide belanja bersama anak-anak yatim piatu ke Lombok Epicentrum Mall.

“Pas tercetus, akhirnya kami bentuk relawan, kami survey ke kampung-kampung di sudut Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah,” tuturnya.

Sebulan sebelum kegiatan, ia bersama lebih dari 30 relawan yang lain mengadakan survei. Mencari 50 anak yatim piatu, yang benar-benar tidak tersentuh yayasan. Hidup bersama Ibu atau Ayah yang masih hidup. Yang benar-benar kurang mampu, rumahnya tidak layak dan semacamnya.

Sembari mencari, teman-temannya yang lain sudah membuka donasi. Sampai dirinya juga membuat proposal penggalangan dana. Awalnya masuk Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, sampai dengan Rp 3 juta. Selama sebulan itu, donasi terus dibuka. Lombok Epicentrum, Matahari Dept Store, XL Axiata dan KFC, juga punya andil besar dalam kegiatannya.

Agus mengatakan, MAI hanya menargetkan 50 anak, namun nilai donasi terus bertambah. Sampai pas tiga hari sebelum kegiatan, terkumpulah sebesar Rp 55 juta. Ia tidak tahu, ternyata antusiasme masyarakat sebanyak itu. MAI menambah kuota menjadi 110 anak. Dengan satu anak mendapat Rp 500 ribu uang belanja pakaian lebaran.

Kegiatan itu digelar pada 27 Mei, Agus masih membayangkan, bagaimana puluhan relawan MAI membawa ratusan anak itu ke Lombok Epicentrum Mall. Dan yang membuat viral di jagat maya, Agus menceritakan pengalamannya di sana.

Ada yang baru pertama kali masuk Mall bahkan karena pengalaman pertama sampai muntah-muntah, pertama kali naik eskalator, naik mobil, ada yang tidak bisa tidur semalaman karena bingung mau belanja apa. Ada yang bingung karena melihat bangunan megah, melihat deretan sepatu dan pakaian bagus.

“Ada yang bingung tidak bisa memilih. Sampai yang tak kalah mengharukan, para pegawai Matahari Dept. Store ikut menangis haru melihat keluguan dan kepolosan anak itu,” kenangnya.

“Semuanya terharu, sampai relawan kami pun selepas itu nangis, padahal sudah kami arahkan untuk jangan menangis tetapi karena ini kami lakukan dari hati, kami nggak bisa nahan haru,” kata Agus.

Agus sampai saat ini masih berdecak kagum. Bagaimana masing-masing anak yatim itu saling berbagi. Masih memikirkan sanak keluarganya di rumah. Yang tak bisa datang membeli dan memilih sendiri baju lebaran. Masih memikirkan temannya yang lain, masih memikirkan sumbangan di Masjid.

Semuanya itu merupakan pengalaman berharga bagi Agus dan tim relawan MAI. Menurutnya, Tuhan memberikan segala kemudahan. Pihak Lombok Epicentrum Mall membuka lebih awal tepat pukul 9 pagi. Bahkan pihak Matahari Dept. Store memberikan satu tempat kasir untuk melayani anak-anak yatim itu.

Sampai saat ini, postingan mengenai kegiatan itu sudah disukai oleh 90 ribu lebih pengguna facebook, dibagikan sebanyak 123 ribu kali dan mendapatkan komentar sebanyak 21 ribu kali.

Agus sengaja memberi judul postingannya ‘MEREKA AKHIRNYA PUNYA PILIHAN’, karena ini sebagai tanda kasih sayang MAI kepada anak-anak yatim, memberikan kesempatan mereka memilih apa yang mereka sukai.

Mungkin kata Agus, mereka sebelumnya hanya diberi, namun tidak ada yang tahu, seperti apa keinginan mereka. Namun, dengan segala keterbatasan, mereka hanya menerima. Ia menekankan, bukan mengajari anak-anak berprilaku konsumtif, tetapi memberi kesempatan bahwa mereka pun memiliki pilihan.

“Semoga ini bisa menginspirasi kita semua, postingan ini bisa membuat kita tergerak, tersentuh, dan peka terhadap sesama,” tandasnya. (*/r3)

Berita Lainnya

Rakernas MUI di KEK Mandalika Dimulai

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post

Mandalika Disuntik Rp 2,02 Triliun, Sirkuit MotoGP Sudah 10 Persen

Redaksi Lombok Post

Pre Sales Online Tickets MotoGP Lombok Bakal Dihadiri Alex Rins, 20 Ribu Tiket Dijual November

Redaksi Lombok Post

Hidup dari Permintaan Instansi

Redaksi Lombok Post

Batik Sasambo, Apa Kabarmu, Dulu Dipuja, Kini Dilupa

Redaksi Lombok Post

Sistem Pembayaran DAK Fisik Dikeluhkan

Redaksi Lombok Post

Pendaftaran CPNS Dibuka November, 443 Orang Langsung Lolos

Redaksi Lombok Post