Lombok Post
Metropolis

Daging Impor Serbu Mataram

MASIH SEGAR: Seorang pedagang daging lokal di pasar Mandalika tengah menunggu pembeli, belum lama ini.

MATARAM-Daging impor mulai menyerbu Kota Mataram. Bahkan, peminatnya kini semakin banyak akibat harganya jauh lebih murah dibandingkan daging lokal.

“Daging impor ini dibawa ke pasar tradisional karena harga daging lokal tinggi,” kata Kepala Dinas Pertanian H Mutawalli, kemarin.

Harga daging lokal saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Sementara daging impor, per kilogram hanya Rp 80 ribu. “Kita batasi yang masuk dari 50 ton menjadi 14 ton per bulannya,” klaim Mutawalli.

Namun, Mutawalli tidak menampik jika jumlah daging impor yang beredar saat Ramadan lalu terjadi peningkatan. Dari 14 ton menjadi  21 ton per bulannya. Kondisi ini tidak lepas dari harga daging lokal yang cukup tinggi waktu itu.

“Dengan kondisi seperti ini pun, harga daging lokal tetap tinggi,” sebut mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini.

Dijelaskan, daging impor yang masuk Kota Mataram bukan daging sapi. Melainkan daging kerbau yang dikirim dari India.

Daging impor kebanyakan digunakan untuk  pembuatan bakso dan sosis. Jika dimakan langsung, daging ini tidak selezat daging sapi. “Rasanya beda, serat dagingnya lebih besar,” tuturnya.

Mutawalli mengaku tetap berupaya agar masuknya daging impor tidak mengganggu pasar daging lokal. Caranya dengan membatasi jumlah daging yang masuk.

“Kebutuhan daging di Kota Mataram per bulan mencapai 100 sampai 120 ton per bulan. Artinya persentase daging impor yang masuk masih sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin mewanti-wanti masyarakat untuk tidak membeli daging impor. Sebab, daging impor yang beredar di pasar tradisional tidak dalam kemasan. Artinya masih diragukan higienisnya.

“Tidak sehat karena kemungkinan besar ada virus di dalamnya,” tutupnya. (jay/r3)

Berita Lainnya

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post

Event MotoGP Mandalika Bisa Sedot 200 Ribu Penonton

Redaksi Lombok Post

Bertaruh Nyawa di Lubang PETI

Redaksi Lombok Post

Kaum Disabilitas NTB Minta Pemerintah Serius

Redaksi Lombok Post

1.228 Orang Terancam Kehilangan Jabatan

Redaksi Lombok Post

Astaga, Enam TKI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO

Redaksi Lombok Post

Balai TNGR Batasi Jumlah Pendaki Rinjani

Redaksi Lombok Post

Paradigma Penanganan Bencana Harus Diubah

Redaksi Lombok Post

Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Redaksi Lombok Post