Lombok Post
Metropolis

Dikira Gempa, Pembangunan Hotel PP Dikeluhkan Warga

DIKELUHKAN WARGA: Beginilah suasana kegiatan tes pile dan soil investigation yang dilakukan para pekerja untuk pembangunan Hotel Prime Park (PP), kemarin (19/6).

MATARAM-Adanya aktivitas alat berat untuk pembangunan Hotel Prime Park (PP), Jalan Udayana, membuat warga di Lingkungan Udayana, Keluharan Monjok Barat merasa terganggu.

Kegiatan tes pile dan soil investigation seperti yang diutarakan GM Prime Park Arie Septayudha kepada Lombok Post beberapa waktu lalu, hanya mengetes kondisi tanah untuk pondasi bangunan. “Dan ini jelas menghasilkan getaran dan suara bising yang tidak bisa dihindari,” kata Arie.

Menurut penuturan salah seorang warga Lingkungan Udayana, Gang Ekajaya Saskin Morgana yang rumahnya berjarak 20 meter dari aktivitas tersebut, suara bising sangat terasa. Bahkan hingga jam 12 malam.

“Kalau lembur, bisa sampai tengah malam,” jelasnya, kemarin (19/6).

Dirinya juga merasakan akibat dari kegiatan pengecekan kondisi tanah itu. Ia mengaku sering merasakan getaran seperti gempa. “Suka tiba-tiba kaget kalau ada suara keras dan getarannya benar-benar terasa. Belakangan ini jadi susah tidur juga, sudah bising terus masih kebayang dikira gempa,” tegasnya.

Karena rumahnya berjarak cukup dekat dari lokasi pembangunan, ia berharap kepada pihak hotel agar menyesuaikan waktu pengerjaan dengan memperhatikan kondisi warga sekitar. Ia menyayangkan, ada aktivitas di malam hari, karena pada saat itu semua orang butuh istirahat selepas aktivitas bekerja di luar rumah.

“Apalagi saya kan juga punya anak yang masih bayi, kalau saya sih mungkin masih bisa paham dengan kondisi itu, gimana kalau anak kecil ini,” tandasnya.

Tak jauh dari rumah Saskin, Lombok Post juga berbincang dengan Baiq Karyani, yang juga merasa terganggu dengan suara bising disertai dengan getaran. Ia meminta pihak Hotel PP bersurat terlebih dulu ke masing-masing warga sekitar, perihal ada aktivitas pembangunan.

Meski sebelumnya, GM Prime Park Arie Septayudha sempat mengatakan, awal Ramadan lalu telah dilakukan survei untuk bangunan di radius 100 meter. Mereka mendatangi satu per satu rumah warga. Mengecek dan melakukan sosialisasi mengenai pembangunan Hotel PP dan mengklaim bahwa dalam proses pembangunan hotel, akan memakai alat berat Hydraulic Static Pile Driver (HSDP).

Namun, itu dibantah Baiq Karyani. Sampai saat ini, pihak hotel belum mendatangi rumah warga yang jaraknya tak sampai 20 meter dari lokasi pembangunan hotel. Ia sangat ingin bertemu dan berniat menyampaikan segala macam keluhannya selama ini.

“Saya bukannya marah atau gimana, temui kami di sini biar ada kita gelar musyawarah apa yang harus disepakati. Soalnya ini bising sekali sampai tengah malam kita susah tidur,” tegasnya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Bukopin Permudah Nasabah Nobar Milea: Suara dari Dilan

Redaksi Lombok Post

Pelaku Kekerasan di NTB Makin Sadis

Redaksi Lombok Post

Bebas Korona, Tiga Warga NTB Dipulangkan dari Natuna

Redaksi Lombok Post

Ngga Usah Jauh-jauh, Sunset di Pesisir Mataram Juga Keren Lho!

Redaksi Lombok Post

Gawat, 167 Ribu Balita NTB Mengalami Stunting

Redaksi Lombok Post

Warga Gili Trawangan Belum Diajak Bicara Terkait Penyelesaian Lahan GTI

Redaksi Lombok Post

Pemekaran KLS dan PPS Tunggu Moratorium Dibuka

Redaksi Lombok Post

April, 500 Pengusaha Nasional Akan Berkumpul di NTB

Redaksi Lombok Post

Pemprov Masih Berat Ceraikan GTI

Redaksi Lombok Post