Lombok Post
Metropolis

Sekolah Rawan Peredaran Narkoba

HATI-HATI YA!: Sejumlah siswa SMA berkendara saat keluar dari gerbang sekolahnya di Kota Mataram, belum lama ini. Pelajar di Kota Mataram rentan dengan penyalahgunaan narkoba.

MATARAM-Peredaran narkoba diduga mulai merambah sekolah-sekolah. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram Nur Rachmat mengatakan, ada beberapa sekolah rawan peredaran narkoba. Bahkan BNN mendeteksi dan meminta sekolah untuk mengawasi anak didiknya.

“Ada memang sekolah di Mataram yang menjadi sasaran peredaran narkoba,” sebut Nur.

Dikatakan, mencegah peredaran narkoba dengan melakukan tes urine dikalangan pelajar secara mandiri sangat baik. Namun demikian harus ada pesetujuan sekolah dan komite.

“Alat tesnya bisa beli sendiri. Ini bagus bagi kami. Kapan pun kita siap kalau ada yang mau tes urine mandiri,” terang Rachmat, kemarin.

Diakuinya, ada beberapa sekolah, baik itu SMP maupun SMA rawan peredaran narkoba. Kondisi ini tidak lepas dari pergaulan. Ditanya terkait jumlah siswa yang menjadi korban penyalahgunaan  narkoba. Nur enggan meyebutkan, namun datanya terus bergerak.

Ada siswa yang sudah direhabilitasi, ada juga yang baru masuk rehabilitasi. “Kita juga lakukan rawat jalan,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut dia, pihaknya membuka konseling terkait antisipasi penyalahgunaan narkoba. Biasanya kata Nur, setelah selesai rehabilitasi, pihaknya akan mengantarkan kembali anak ke sekolahnya.

Ia mengaku, penyalagunaan narkoba dikalangan pelajar cukup rawan. Sebab, penyalagunaan narkoba mencapai 40 persen karena coba-coba. “Biasanya ini dilakukan remaja,” ujarnya.

Terpisah Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Mataram Taufik mendukung adanya tes urine di sekolah, terutama jenjang SMP. Ia juga tidak bisa menampik faktor kenakalan remaja dipicu penyalahgunaan narkoba. “Kita sangat dukung jika ada sekolah yang ingin melakukan tes urine,” kata Taufik.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tidak otomatis menjadi kesalahan sekolah saja. Namun orang tua juga harus mengawasi anaknya, terutama di lingkungan tempat tinggal.

Jangan sampai anak salah bergaul yang akhirnya terjerumus penyalahgunaan narkoba. “Faktor lingkungan sangat berbahaya jika anak tidak diawasi,” tukas pria berkumis ini. (jay/r3)

Berita Lainnya

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

BPJS Bantah Nunggak Enam Bulan

Redaksi Lombok Post

Dewan Minta BPJS Segera Bayar Tunggakan

Redaksi Lombok Post

Siaga Bencana, 700 Pasukan Dikerahkan

Redaksi Lombok Post

BPJS Nunggak, Pelayanan RS Terganggu

Redaksi Lombok Post