Lombok Post
Metropolis

Kalau Begini kan Enak! Trotoar Jembatan Jangkuk Steril dari Motor

TIDAK KHAWATIR LAGI: Dua orang anak berangkat mengaji melewati trotoar di jembatan sungai Jangkuk, Sukaraja, Ampenan, kemarin (25/6). Trotoar ini sekarang sudah dipasangi delineator besi agar kendaraan tidak mengambil hak para pejalan kaki.

MATARAM-Pengendara bermotor kini sudah tak bisa lagi potong jalur melalui trotoar Jembatan Jangkuk, Kecamatan Ampenan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram telah memasang delineator besi. Memastikan tak ada lagi motor yang nyelonong ke atas trotoar.

Kadishub Kota Mataram M Saleh mengatakan, pemasangan delineator tak terlepas dari kondisi di Jembatan Jangkuk, Ampenan. Banyak masyarakat mengeluh karena pengendara bermotor mengambil hak mereka di atas trotoar.

”Kemarin malam (Senin) kita pasang,” kata Saleh, kemarin (25/6).

Delineator merupakan pembatas jalan. Fungsinya di Jembatan Jangkuk, untuk mencegah kendaraan roda dua dan tiga, naik ke atas trotoar jembatan. Selama ini, sebelum adanya delineator, pemandangan itu lazim terlihat di Jembatan Jangkuk.

Pelanggaran tersebut selalu dikeluhkan masyarakat. Tidak saja mengganggu kenyaman mereka saat berjalan kaki di trotoar. Aksi kurang terpuji ini bisa saja mengancam keamanan mereka. Ketika berpapasan di trotoar, warga harus turun ke jalan. Ada rasa was-was. Sebab banyak kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi dari arah belakangnya.

Saleh mengatakan, pemasangan delineator memang berfungsi untuk itu. Mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas. Sekaligus memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. ”Kalau sudah begini, motor tidak bisa lagi lewat,” ujarnya.

Langkah Dishub langsung mendapat apresiasi dari masyarakat yang melintas. Dimas misalnya. Dia mengatakan, upaya Dishub patut diacungi jempol. Pemasangan palang besi membuat pengendara motor tak bisa lagi leluasa mengambil hak pejalan kaki.

”Kalau sudah begini kan enak kita jalan. Anak-anak yang lewat di trotoar juga tidak khawatir,” kata dia.

Sebelumnya, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, tindakan pengendara yang naik ke atas trotoar jembatan dan melintas berlawanan arah, tentu merupakan pelanggaran. ”Sudah jelas itu ada pelanggaran,” kata Alam.

Tugas Polri menjaga kamtibmas yang kondusif. Selain melakukan imbauan kepada masyarakat, polisi juga tak jarang memberi tindakan tegas bagi pengendara yang melanggar. ”Kita minta masyarakat tertib hukum, khususnya berlalu lintas,” ujar dia.

Menurut Alam, masyarakat harus sadar akan kewajibannya saat berkendara. Tidak memikirkan diri sendiri agar bisa cepat tiba di tujuan. Tapi, harus mengutamakan keselamatan juga untuk orang lain.

”Mari sama-sama berlalu-lintas, sehingga kita tidak jadi korban. Apabila kita sadar, keamanan lalu lintas bisa tercipta,” tandas Alam. (dit)

Berita Lainnya

Rakernas MUI di KEK Mandalika Dimulai

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post

Mandalika Disuntik Rp 2,02 Triliun, Sirkuit MotoGP Sudah 10 Persen

Redaksi Lombok Post

Pre Sales Online Tickets MotoGP Lombok Bakal Dihadiri Alex Rins, 20 Ribu Tiket Dijual November

Redaksi Lombok Post

Hidup dari Permintaan Instansi

Redaksi Lombok Post

Batik Sasambo, Apa Kabarmu, Dulu Dipuja, Kini Dilupa

Redaksi Lombok Post

Sistem Pembayaran DAK Fisik Dikeluhkan

Redaksi Lombok Post

Pendaftaran CPNS Dibuka November, 443 Orang Langsung Lolos

Redaksi Lombok Post