Lombok Post
Politika

Farouk Beberkan Alasan Gugat Foto Evi di MK

Prof H Farouk Muhammad

MATARAM-Prof H Farouk Muhammad bertutur panjang soal gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap calon terpilih DPD RI dapil NTB Evi Apita Maya. Dia ingin meluruskan persepsi publik yang terlanjur menganggap ia tak suka lihat foto Evi cantik di surat suara.

Upaya panjang dilakukan Farouk mencari bukti tudingannya. Sampai akhirnya ia tiba pada kesimpulan: Evi telah melakukan kecurangan. Sehingga ia dapat suara terbanyak dalam Pemilihan DPD RI.

“Manipulasi foto dengan metode digital imaging, itu (maksimal) boleh dilakukan sampai 30 persen,” kata Farouk.

Di dunia fotografi atau kecantikan, ia menyebut ada pembatasan dalam editing foto. Pendapat ini ia peroleh dari diskusi dengan pakar fotografi. Maka, ia berkesimpulan seharusnya untuk keperluan administrasi foto di KPU, harusnya lebih ketat lagi. Inilah yang menyemangati Farouk melakukan gugatan.

Dia menegaskan, gugatan itu bukan semata-mata karena Evi terlihat cantik di surat suara. Tetapi, ia berkeyakinan ada informasi bohong yang disampaikan kepada publik. “Bukan fotonya, tapi informasinya pada publik,” tekannya.

Bagi Farouk, informasi diri itu tak hanya sekadar data normatif. Seperti pendidikan, keluarga, dan karir. Tapi juga, menyangkut tentang keaslian foto yang diberikan. “Foto yang dimanipulasi sama saja dengan memanipulasi identitas diri,” tegasnya.

Tak hanya menelusuri keaslian foto. Farouk mencium, ada praktik politik. “Ke mana saja kita pergi mau reses atau kampanye terus dikejar (Bawaslu),” cetusnya.

Para penantang dianggap lebih leluasa berkampanye. Bahkan melakukan praktik politik uang. Farouk telah mengantongi banyak bukti. Hingga dokumentasi Evi mengajak masyarakat memilih ia dengan iming-iming materi.

Bukti itu didapat dari berbagai tempat. Mulai dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur. “Semua informasi (diduga tempat dilakukan politik uang) kami datangi dan cari orang yang menerima,” tuturnya.

Farouk juga sempat membahas laporan yang ia sampaikan ke Bawaslu. Ia bercerita panjang, proses memasukan laporan yang tercatat di Bawaslu tertulis tanggal 30 April 2019. Sampai akhirnya semua laporannya disebut kedaluwarsa. “Penuh dengan tanda tanya kerja Bawaslu ini,” tudingnya.

Selain memaparkan tentang dugaan pemalsuan dokumen berupa foto dan politik uang, Farouk juga menemukan bukti-bukti yang siap ia paparkan di persidangan. Yakni terkait tudingan penggelembungan suara.

Dugaan ini menguat, menyusul temuannya di lapangan. Bagaimana modus praktik penggelembungan itu ditawarkan. “Dari 72 TPS saja, kita menemukan 889 suara penggelembungan,” bebernya.

Jumlah ini bisa jadi bertambah. Bila semua TPS ditelusuri. Farouk menyebut ia menggugat ini, semata-mata karena ingin menegakan nilai-nilai demokrasi. Mengingat bila persoalan ini tidak diluruskan, akan jadi warisan buruk bagi generasi muda. “Mudah-mudahan tidak ada lagi kecurangan (semacam ini), jangan dianggap gampang,” harapnya.

Paling tidak ia merasa telah melakukan upaya terbaik. Agar dikemudian hari, tidak lagi ada cara-cara tidak sehat yang dapat menganggu jalannya demokrasi dan rasa keadilan.

Sementara itu, Evi Apita Maya yang dihubungi Lombok Post memilih irit bicara. Ia hanya sempat membenarkan bila MK telah memutuskan melanjutkan pemeriksaan perkara yang dimohonkan Farouk atas dirinya. “Iya,” jawab Evi melalui pesan pendek.

Namun ia enggan menanggapi putusan itu. Evi juga belum mau menyampaikan langkah selanjutnya. Termasuk upayanya menyiapkan saksi-saksi sebagai pihak terkait di persidangan. “Semua sudah saya serahkan sama KPU, Bawaslu, dan kuasa hukum saya. Silakan tanya kuasa hukum saya,” tutupnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

HM Taufik Tawarkan Kenyamanan untuk Mohan

Redaksi Lombok Post

NURMAS Jadian Selepas Isya

Lalu Muhammad Zaenudin

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post