Lombok Post
Headline Selong

Diduga Gara-Gara Tak Dibelikan HP, Murid SD di Masbagik Nekat Gantung Diri

BAMBU MAUT: Hairudin, 70 tahun menunjukkan tempat putri bungsunya Nisa Sapitri, 11 tahun bunuh diri di Dusun Boro Lelet, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, kemarin (1/8).

SELONG-Hairudin, 70 tahun warga Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik terkejut saat menemukan putri bungsunya tak bernyawa dalam keadaan leher terikat kain. Putrinya, Nisa Sapitri, 11 tahun, siswi SDN 2 Lendang Nangka diduga gantung diri menggunakan kain dan pakaian gamis berwarna biru miliknya sendiri. “Tepat di dalam kamar ini,” kata Hairudin kepada Lombok Post, kemarin (1/8).

Kejadian nahas tersebut terjadi pada Rabu (31/7) siang lalu. Sekitar pukul 13.00 Wita, Hairudin yang baru pulang bekerja tak habis pikir melihat apa yang disaksikannya. Ibu korban Rauhun juga tak kalah kaget. Kata Hairudin, tak ada tanda sedikitpun jika putrinya akan mengakhiri hidup seperti itu.

Di pagi Rabu itu, Nisa tak enak badan.  Kata Hairudin, mendapat kabar putrinya pusing, ia pun memperbolehkan anaknya untuk tidak berangkat ke sekolah. Namun meskipun sakit, kata Hairudin, Nisa malah naik ke atap seng rumahnya. Di sana ia membersihkan daun-daun yang berjatuhan. Lalu mengambil nasi dan makan di sana. “Piringnya masih di atas atap,” kata Hairudin menggunakan bahasa Sasak.

Rauhun merupakan seorang buruh pengangkut pasir. Di saat ia sendiri di dalam rumah dari pagi sampai siang, tak ada yang menyangka, Nisa mengakhiri hidupnya. Hairudin yang pertama kali menemukan putrinya dalam keadaan tak bernyawa bersaksi, kalau Nisa memang benar ditemukan dalam keadaan gantung diri.

Lebih lanjut, Hairudin menerangkan, jika Selasa (30/7) malam, Nisa sempat meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan handphone (HP). “Mungkin ia mau seperti teman-temannya,” katanya.

Kata Hairudin, ibunya telah menyanggupi akan membelikannya HP. “Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Saya sedih sekali,” kata Hairudin menahan tangisnya.

Kapolsek Masbagik Kompol L Sugiartha mengatakan, setelah ditemukan tak bernyawa, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lendang Nangka. “Dari keterangan dokter di sana, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik dari luar, atau pun kekerasan seksual,” kata L Sugiartha.

Menurut Sugiartha, memang pihaknya ingin membawa jenazah ke RSUD Selong untuk diotopsi. Akan tetapi kedua orang tua korban tidak menginginkan hal tersebut. Dan mengikhlaskan kepergian putrinya sebagai musibah yang mesti diterima.

Kepala Sekolah SDN 2 Lendang Nangka Bq Hilmiah mengatakan, korban merupakan siswa yang baik dan ceria. Setiap hari berkomunikasi dengan teman-temannya. “Sebelum kejadian ini ia selalu ceria. Tidak pernah terlihat ada masalah serius,” kata Hilmiah. (tih/r5)

Berita Lainnya

Honda Awali 2020 Dengan Edukasi Keselamatan Berkendara

Redaksi Lombok Post

Ruslan Turmuzi : Pembangunan Kereta Gantung Bukan Skala Prioritas

Redaksi Lombok Post

Ikut Pilkada 2020, Selly dan Saswadi Akan Dimutasi

Redaksi Lombok Post

Kelompok Pecinta Alam Tolak Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

Redaksi Lombok Post

Pemprov Berharap Investor Kereta Gantung di kawasan Gunung Rinjani Serius

Redaksi Lombok Post

Pasien BPJS Sumbang Rp 166,2 Miliar

Redaksi Lombok Post

TKI NTB Sumbang Devisa Tertinggi

Redaksi Lombok Post

Dishub Pastikan Rute Lari dan Bersepeda Ironman 7.3 Lombok 2020 Aman

Redaksi Lombok Post

All New Honda BeAT Series dengan Berlimpah Teknologi Baru

Redaksi Lombok Post