Lombok Post
Giri Menang Headline

Senggigi Butuh Jualan Baru!

MASIH LESU: Seorang wisatawan saat tengah berjemur di area kolam renang Hotel Montana, kemarin

GIRI MENANG-Tanggal 5 Agustus 2018 tahun lalu gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok Barat (Lobar). Kini, setahun berlalu dampaknya masih terasa.

Sektor pariwisata yang menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar masih belum pulih. Memasuki puncak high season kunjungan diungkapkan manajemen hotel Hotel Montana Premier masih rendah dibandingak tahun lalu.

“Okupansi masih sekitar 50 persen,” ungkap General Manager Hotel Montana Premier Senggigi Oding Bina Alam.

Dampak gempa tahun lalu diungkapkan Oding, sapaannya memang sudah mulai membaik. Terlihat dari kunjungan yang mengalami kenaikan. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu signifikan.

“Jika dibandingkan tahun lalu, per Juli kami bisa closing hingga okupansi 90 persen. Sekarang hanya setengahnya,” jelas pria ini ramah.

Dari 92 kamar yang tersedia di Hotel Montana, tingkat keterisian berada di angka 40-50 kamar. Padahal, Agustus seharusnya menjadi puncak kunjungan wisatawan ke Senggigi. Alasan utama belum pulihnya pariwisata Senggigi diniali Oding akibat melambungnya harga tiket pesawat. Ini yang kemudian membuat wisatawan domestik jarang datang berlibur ke Senggigi.

“Karena kan tiketnya sempat naik sampai di atas Rp1,3- 1,5 juta,” sesalnya.

Sehingga, selama setahun terakhir kunjungan wisatawan ke Senggigi didominasi oleh wisatawan asing dari Negara Eropa maupun Malaysia.Wisatawan domestik yang berkunjung masih sangat sedikit akibat pengaruh kenaikan tiket pesawat. “Beruntung sekarang Agustus ini sudah ada penurunan,” cetusnya.

Namun penurunan harga tiket saja dirasakan masih belum mampu membangkitkan pariwisata Senggigi seperti sediakala. Oding memberikan masukan agar ada konten baru yang bisa menarik kedatangan wisatawan. “Harus dibuat unique selling point, kalau istilah saya seperti itu,” ucapnya.

Pemerintah diminta Oding harus membuat suatu hal yang menarik dari Senggigi. Sesuatu yang baru yang bisa membuat wisatawan ingin datang. Misalnya dengan membuat arena sport water atau olahraga air, festival budaya rutin, hingga kegiatan lain yang menarik kedatangan wisatawan.

Selain itu, penataan kawasan pariwisata Senggigi juga harus dilakukan. Mengingat, revitalisasi yang selama ini diwacanakan Pemkab Lobar hingga saat ini masih belum ada realisasinya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Winengan mengaku pihaknya sudah menyiapkan penataan kawasan Senggigi. Sejumlah lampu PJU dikatakannya akan dipasang September mendatang. “Total ada 52 lampu yang akan kami pasang jenis LED,” kata dia.

Ini sebagai upaya pemerintah untuk kembali menggeliatkan pariwisata Senggigi. Mengingat saat ini ada puluhan lampu PJU yang tidak berfungsi. Sambil menunggu proyek Kerja Sama Pemerintah dengan BUMN (KPBU) bisa dilaksanakan tahun depan. “Kalau KPBU itu prosesnya tahun ini, kemudian pelaksanaannya kemungkinan tahun 2020,” ucapnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

NTB Banjir Narkoba Impor, Polisi Ungkap Penyelundupan Sabu Malaysia dan Thailand

Redaksi Lombok Post

Rakernas MUI di KEK Mandalika Dimulai

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post

Polisi Telurusi Motif Penusukan Wiranto, Diduga Terkait JAD Bekasi

Redaksi Lombok Post

Mandalika Disuntik Rp 2,02 Triliun, Sirkuit MotoGP Sudah 10 Persen

Redaksi Lombok Post

Pre Sales Online Tickets MotoGP Lombok Bakal Dihadiri Alex Rins, 20 Ribu Tiket Dijual November

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post