Lombok Post
Sumbawa

Warga Blokade Jalan menuju Dusun Otak Kris

BLOKADE: Sejumlah warga menutup jalan menuju Dusun Otak Kris, Desa Maluk, Kecamatan Maluk. Jalan tersebut ditutup warga akibat adanya miskomunikasi terkait pembebasan lahan smelter.

TALIWANG-Sejumlah warga menggelar aksi memblokade akses jalan masuk menuju Dusun Otak Kris, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kemarin (5/8). Aksi itu dipicu persoalan pembebasan lahan pembangunan smelter di Dusun Otak Kris. Diketahui sejumlah warga Dusun Otak Kris belum sepakat terkait harga ganti rugi lahan yang dihitung tim appraisal.

Warga yang menggelar aksi, menyayangkan belum tuntasnya ganti rugi lahan ini. Mereka khawatir hal ini bakal berimbas pada pembangunan smelter di KSB. Mereka tidak ingin persoalan pembebasan lahan tersebut menghambat rencana pembangunan smelter di KSB.

Bupati KSB HW Musyafirin mengatakan, saat mengetahui adanya aksi tersebut, ia bersama Kapolres KSB AKBP Mustofa langsung turun ke lokasi. Ini dilakukan untuk memastikan aksi tersebut tidak sampai menganggu kondusifitas yang tentunya akan berimbas pula pada iklim investasi.

“Aksi tersebut merupakan spontanitas dari warga. Tapi aksi ini lebih pada adanya miskomunikasi karena simpang siurnya informasi yang diterima warga,’’ katanya.

Ia mengaku sudah memberi penjelasan kepada warga yang menggelar aksi tersebut. Ditegaskan, persoalan pembebasan lahan itu segera tuntas.

‘’Kami juga minta kepada mereka, ini tidak boleh ada aksi-aksi lagi. Apalagi sampai terjadi konflik. Kalau ada konflik, investor akan lari karena merasa tidak aman dan nyaman,’’ tegasnya.

Warga yang menggelar aksi diakuinya sempat menolak permintaan agar membuka blokade jalan tersebut.  Mereka ingin blokade dibuka setelah digelar musyawarah dengan masyarakat Dusun Otak Kris. Namun setelah dikomunikasikan, warga akhirnya mau menghentikan aksinya.

Menurut bupati, saat ini situasi sudah kembali normal. Pihaknya berharap agar warga Otak Kris berembuk kembali. Jika benar-benar setuju dengan pembangunan smelter, jangan hanya sebatas perkataan. Imbauan ini disampaikan supaya menghindari aksi seperti ini kembali terjadi.

‘’Saat ini kita sudah memberikan kesempatan kepada tim negosiasi untuk kembali bernegosiasi dengan warga Otak Kris,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa menegaskan, aksi blokade jalan menuju Dusun Otak Kris merupakan aksi spontanitas. Kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk menyudahi aksi tersebut.

‘’Ini aksi spontanitas dari masyarakat pencari kerja yang mendukung kehadiran smelter. Karena dengan adanya smelter ada peluang kerja bagi mereka,’’ katanya.

Terkait situasi di lapangan, ia mengatakan, semuanya sudah kembali normal. Karena blokade jalan sudah dibuka kembali.

‘’Kita harus tetap memastikan dan menjamin kondusifitas KSB, sehingga tidak sampai menganggu iklim investasi,’’ tegasnya. (far/r4)

Berita Lainnya

Presdir Amman Mineral Bicara di UNFCCC Madrid

Redaksi Lombok Post

Ini Efek Positif Alun-Alun Kota Jereweh

Redaksi Lombok Post

Amman Mineral Gandeng Pokdarwis Alam AsriKembangkan Pantai Jelenga

Redaksi Lombok Post

Mantan Kades Belo Terjerat Kasus Korupsi DD

Redaksi Lombok Post

Pemkab Sumbawa Barat Siapkan Rp 3,4 Miliar untuk Gedung UKK Imigrasi

Redaksi Lombok Post

Belum Sempat Digunakan, Mesin Bantuan Kelompok Tani Diduga Sudah Dijual

Redaksi Lombok Post

Tahun 2021 Rumah Sakit Umum Sondosia Akan Menjadi Rumah Sakit Rujukan di Bima

Redaksi Lombok Post

Imigrasi Sumbawa Layani Pembuatan Paspor bagi Pasien di Rumah Sakit

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post