Lombok Post
Sumbawa

WNA Pembuat Onar Dikirim ke Rudenim

DIJEMPUT: Tim Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa beserta kepala desa dan bhabinkamtibmas Labuhan Aji tengah menjemput PT (tidak menggunakan baju) di salah satu hotel di desa setempat.

SUMBAWA-Setelah sempat diamankan di Sumbawa, seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda yang membuat onar diberikan tindakan tegas. Ia dikirimkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Denpasar, Bali.

Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa I Made Surya mengatakan, WNA berinisial PT itu sudah dikirimkan ke Rudenim Bali. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Belanda di Denpasar. Tujuannya, untuk mendapatkan dokumen perjalanan atau paspor bagi PT.

“Hari Selasa lalu (6/8) dia berangkat dari Sumbawa. Dijemput petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar,” ujarnya, kemarin.

Dijelaskan, PT diamankan karena sebelumnya tidak memiliki dokumen perjalanan. Karena itu, pihaknya tidak bisa langsung melakukan deportasi. Untuk mempermudah koordinasi agar bisa mendapatkan dokumen perjalanan, maka PT dipindahkan ke Rudenim Bali. Deportasi selanjutnya dilakukan oleh Rudenim Bali setelah PT mendapatkan pengganti dokumen perjalanan. Serta diusulkan namanya dalam daftar cegah tanggal (cekal) Direktorat Jenderal Imigrasi.

Diungkapkan, sementara ini jadwal deportasi terhadap PT belum ada. Karena itu, koordinasi intens dengan Konjen Belanda di Denpasar masih terus dilakukan. Karena PT sudah diserahkan ke Rudenim Bali, maka deportasi dan usulan cekal sudah menjadi tanggung jawab pihak Rudenim.

Sebelumnya Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa mengamankan PT karena kerap meresahkan warga. Selain itu, PT juga diduga mengalami gangguan kejiwaan. Diamankannya PT berawal saat pihak Imigrasi Sumbawa  melakukan pengawasan rutin ke Desa Labuhan Aji, Pulau Moyo, 26 Juli lalu. Saat melakukan pengawasan, pihaknya mendapat mendapat laporan dari warga setempat, ada orang asing yang berbuat onar.

Kemudian, pihak Imigrasi bersama kades dan anggota bhabinkamtibmas setempat mendatangi hotel tempat PT menginap. Saat dimintai dokumen keimigrasiannya, ternyata PT tidak bisa menunjukkannya. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Belanda.

Belakangan diketahui bahwa PT bermasalah di sejumlah tempat. Seperti di Bali dan di Lombok. Bahkan PT sudah diblacklist di dua daerah tersebut.

Selain itu, belakangan diketahui PT mengalami gangguan jiwa. Hal ini diketahui dari keluarganya yang ada di Belanda. Bahkan, pihak keluarga berharap agar PT dipulangkan. (run/r4)

Berita Lainnya

Presdir Amman Mineral Bicara di UNFCCC Madrid

Redaksi Lombok Post

Ini Efek Positif Alun-Alun Kota Jereweh

Redaksi Lombok Post

Amman Mineral Gandeng Pokdarwis Alam AsriKembangkan Pantai Jelenga

Redaksi Lombok Post

Mantan Kades Belo Terjerat Kasus Korupsi DD

Redaksi Lombok Post

Pemkab Sumbawa Barat Siapkan Rp 3,4 Miliar untuk Gedung UKK Imigrasi

Redaksi Lombok Post

Belum Sempat Digunakan, Mesin Bantuan Kelompok Tani Diduga Sudah Dijual

Redaksi Lombok Post

Tahun 2021 Rumah Sakit Umum Sondosia Akan Menjadi Rumah Sakit Rujukan di Bima

Redaksi Lombok Post

Imigrasi Sumbawa Layani Pembuatan Paspor bagi Pasien di Rumah Sakit

Redaksi Lombok Post

Syafrudin Perjuangkan 52 BTS Baru Dibangun di NTB

Redaksi Lombok Post