Lombok Post
Politika

Jangan Ada Evi Kedua!

KPU Janji Lebih Selektif

KOMPAK: Ketua KPU NTB Suhardi Soud dan komisioner lainnya menandatangani

MATARAM-KPU NTB menetapkan caleg terpilih hasil pileg 2019, Minggu (11/8) malam. Penetapan ini, sekaligus menutup seluruh rangkaian pemilihan umum di KPU NTB.

Nantinya, nama-nama caleg terpilih akan diserahkan pada pemerintah provinsi NTB. Selanjutnya pada bulan September nanti, 65 caleg terpilih dilantik menjadi anggota DPRD NTB periode 2019-2024.

“Pelantikan oleh pemerintah,” kata Suhardi Soud, ketua KPU NTB.

Bila dicermati, komposisi perolehan kursi partai terlihat berubah. PKB misalnya berhasil menambah satu kursi di pileg 2019 kemarin. Dari pileg 2014 dapat 5 kursi,  di pileg 2019 dapat 6 kursi.

Selain PKB, partai yang perolehan kursinya naik antara lain Gerindra dari 8 kursi menjadi 9 kursi. NasDem dari 3 kursi menjadi 5 kursi. PKS dari 6 kursi menjadi 7 kursi. PPP dari 6 kursi menjadi 7 kursi.

Sedangkan partai yang perolehannya turun: PDIP dari 5 kursi menjadi 4 kursi, Golkar dari 11 kursi menjadi 10 kursi, Hanura dari 5 kursi menjadi 1 kursi, Demokrat dari 8 kursi menjadi 7 kursi, dan PBB dari 3 kursi menjadi 2 kursi.

Sementara PAN menjadi satu-satunya partai dengan perolehan kursi tetap antara pileg 2014 dan pileg 2019 yakni 5 kursi.

Selain itu, dari empat partai baru di Pileg 2019 hanya  Berkarya yang berhasil meloloskan kader sebanyak 2 kursi.

 “Total empat parpol tidak dapat kursi,” ulasnya.

Suhardi mengaku puas dengan capaian KPU sejauh ini. Ia menilai keseluruhan proses pemilu berjalan baik. belum lagi, kemenangan gugatan di MK melengkapi catatan pemilu di NTB dapat diterima dan sah secara hukum.

“Tak hanya cetak hattrick (menang penuh di gugatan pemilu di MK), tapi menang banyak,” ujarnya.

Namun ia mengakui juga banyak catatan dalam pelaksanaan pemilu kali ini. Semuanya menuntut perbaikan. “Ini pemilu yang paling rumit,” akunya.

Salah satu yang ia soroti misalnya gugatan foto DPD RI atas nama Evi Apita Maya. Selama ini foto tak pernah ditanggapi begitu serius. Sampai-sampai dibawa ke sengketa perselisihan hasil. “Foto ini pelajaran buat kita,” ujarnya.

Ia telah menginstruksikan agar anggota KPU lebih teliti pada foto. Mencermati seksama materi yang diserakan. Foto yang dinilai tidak wajar harus dikonfirmasi lagi kebenaran waktu pengambilan dan keasliannya.

“Kita tidak bayangkan, ternyata bisa jadi masalah,” cetusnya.

Sementara itu, para caleg terpilih hanya tinggal menunggu waktu dilantik. Syarat-syarat sebelum dilantik, semua telah dipenuhi dengan baik. Seperti misalnya menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada KPK.

“Yang terakhir itu (menyerahkan) Pak Khairul Rizal,” tuturnya.

Rizal sempat diminta membuat perbaikan, karena menyerahkan LHKPN saat ia masih jadi ketua DPRD di Lombok Timur. hasil dari perbaikan itu pun telah diserahkan. Walaupun masih ada waktu tujuh hari ke depan, sampai batas waktu terakhir penyerahan.

Ketua Bawaslu NTB Muhammad Kuwailid meminta agar KPU berbenah. Ia juga ikut menyoroti soal foto Evi Apita Maya yang sempat jadi sengketa hingga ke MK.

“Penggunaan foto mesti dicermati,” saran Kuwailid.

KPU diminta bekerja clear and clean. Jangan sampai ada celah hukum lagi bisa dijadikan bahan gugatan. Bila konsekwensi mentutup celah hukum itu, berdampak pada kerja KPU harus lebih keras maka itulah yang mesti dilakukan.

“Sehingga kalau pemilu selesai ya selesai semuanya,” cetusnya.

Namun, ia tetap mengapresiasi. KPU telah bekerja dengan baik. Sehingga pemilu 2019 berjalan sesuai harapan. “Ya sukses dengan catatan,” tutupnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

NURMAS Jadian Selepas Isya

Lalu Muhammad Zaenudin

Selly Andayani Kini Dipasangkan dengan Ketua MUI Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

15 Tokoh Lamar PPP untuk Pilbup Lombok Tengah

Redaksi Lombok Post

Setelah Gerindra dan PPP, Pathul Akan Daftar di Golkar dan PKB

Redaksi Lombok Post

Raden Nuna Isyaratkan Maju di Pilbup Lombok Utara

Redaksi Lombok Post

Tunggu Titah Ibu, Pelita Ogah Durhaka

Redaksi Lombok Post

Pilbup Dompu Ramai Peminat, 12 Figur Berebut Restu PDIP

Redaksi Lombok Post

Puan Janji Disiplinkan Anggota Dewan

Redaksi Lombok Post

Waspadai Legislasi Licik, DPR Janji Perbaiki Citra dan Kinerja

Redaksi Lombok Post