Lombok Post
Selong

Rohman Mantap Pilih Jalur Independen

H Rohman Farly

SELONG-Kabar akan turunnya Sekda Lotim H Rohman Farly bertarung di Pemilihan Wali Kota Mataram 2020 mendatang bukan kicauan burung belaka. Kepada Lombok Post, Rohman menjelaskan kepastian langkah meramaikan pesta demokrasi tersebut.

Rohman menjelaskan, ia mulai menduduki jabatan tertinggi struktural ASN di Lingkup Pemkab Lotim sejak Maret 2014 lalu. Kiprahnya dalam membangun bumi patuh karya dengan demikian telah genap memasuki lima tahun pada Maret 2019 lalu.

Lima tahun bagi jabatan tinggi pratama eselon II bukan berarti berakhirnya masa jabatan. Akan tetapi masa lima tahun merupakan waktu di mana ia harus dievaluasi. Sebenarnya, sejak berawalnya masa kepemimpinan Sukma, Rohman telah bersiap menjadi pejabat fungsional di Widyaiswara Utama. “Tapi saat itu bupati dan wakil bupati meminta saya untuk membantu setahun lagi,” jelas Rohman.

Kini, di tengah peralihan dan menunggu detik-detik pergantian sekda Lotim, Rohman malah memastikan langkahnya untuk hijrah, menjadi pelayan masyarakat ke Kota Mataram. Kata Rohman, Mataram merupakan kota kelahirannya. “Ibu saya Rembiga, ayah saya Karang Baru. Saya lahir sekitar 200 meter dari landasan pesawat di bandara Rembiga,”  jelasnya.

Sebenarnya, panggilan untuk memimpin Kota Mataram telah berhembus sejak 10 tahun yang lalu. Akan tetapi ia merasa belum siap kala itu. Kini, melihat pengalamannya sebagai sekda selama 5 tahun lebih di Lotim, pemikiran matang membangun sebuah daerah telah tertanam kuat.

Jalur independen dipilih dengan alasan yang kuat. Aspirasi yang saat ini mendorongnya untuk maju dikatakan berasal dari tokoh-tokoh di berbagai elemen masyarakat. Ia menjelaskan, ketika ada aspirasi yang mendorongnya, dan aspirasi tersebut tidak datang dari pengurus partai, maka otomatis pilihannya adalah jalur independen. “Karena saya bukan orang ketua partai,” jelasnya.

Namun meskipun akan melalui jalur independen, Rohman menerangkan telah memiliki pengalaman yang cukup dalam dunia perpolitikan. Dulu, sebelum ASN dilarang terlibat dalam politik, ia telah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kepemudaan DPD Partai Golkar Lotim.

Saat ini, Rohman tengah mengumpulkan syarat mencalonkan diri dari jalur independen berupa KTP dukungan. Katanya, pengumpulan tersebut sudah mulai berjalan. Sekitar 25 sampai 26 ribu KTP harus ia kantongi. “Itu jumlah yang susah-susah gampang,” candanya.

Ditanya mengenai Kota Mataram, Rohman menerangkan beberapa potensi sebuah kota yang dalam pemikirannya belum maksimal dikembangkan. Salah satunya adalah pariwisata.

Menurutnya, banyak konsep-konsep pengembangan baru yang mesti diterapkan dalam memajukan sebuah kota. Seperti halnya memberdayakan organisasi-organisasi kepemudaan. Gagasan pemuda harus mendapat dorongan dari pemerintah. Dengan komunikasi yang baik, gagasan-gagasan itu dirasa akan menjawab persoalan-persoalan kota yang sangat dinamis.

“Jika sinergi antara pemerintah dengan pemuda bisa terwujud, saya kira kota ini akan cepat majunya,” jelasnya. (tih/r5)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Selama 2019, Polisi Tangkap 79 Pelaku 3C

Redaksi Lombok Post

Diduga Jadi Calo TKI, ADBMI Minta Oknum Pegawai Disnakertrans Diberi Sanksi

Redaksi Lombok Post

Puting Beliung Rusak Tiga Rumah di Sambelia

Redaksi Lombok Post

Tahun Depan, TKD Guru PNS Sertifikasi Dihapus

Redaksi Lombok Post

Warga Kelayu Selatan Simpan 10,5 Gram Sabu

Redaksi Lombok Post

Puncak Rinjani Tutup, Pendaki Tetap Nekat!

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post