Lombok Post
NASIONAL

MotoGP Lombok Tak Akan Mundur

KONSTRUKSI DIMULAI OKTOBER: Proses land clearing yang sudah dilakukan di sejumlah titik yang akan menjadi street circuit event MotoGP Lombok di KEK Mandalika tahun 2021, terlihat dari pantauan udara, kemarin (18/8). Konstruksi sirkuit dimulai pada Oktober 2019.

JAKARTA-Event MotoGP Lombok dipastikan tak akan mundur. Penyelenggaraan balapan motor paling akbar di dunia tersebut akan tetap digelar di KEK Mandalika pada tahun 2021. Proses pembangunan sirkuit jalan raya atau street circuit di KEK Mandalika pun tak ada masalah. Seluruhnya, sudah sesuai jadwal.

“Kami pastikan seluruh proses pembangunan street circuit sesuai rencana,” ungkap Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer, kemarin (18/8). ITDC, adalah BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata Mandalika.

Abdulbar menjelaskan, pembangunan sirkuit jalan raya yang akan digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP Lombok telah menuntaskan proses pengukuran topografi dan penyelidikan tanah. Saat ini telah

memasuki tahap perataan lahan atau land clearing dan pemagaran sekeliling area sirkuit.

Dia mengungkapkan, dari pagar keliling sepanjang 6,25 km, telah terbangun sepanjang 2,5 km atau sekitar 42 persen. Sementara land clearing mencapai 98.000 meter persegi dari rencana 432.000 meter persegi.

“Kami akan memulai konstruksi sirkuit pada Oktober 2019,” ungkapnya.

Diluar kegiatan lapangan yang fokus kepada area sirkuit berupa pemagaran dan land clearing, proses homologasi desain Mandalika Street Circuit juga telah menyepakati Center Line desain sirkuit. Artinya kata Abdulbar, pihaknya telah menyepakati titik-titik koordinat, panjang, dan lengkung lintasan satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan kesepakatan Center Line tersebut, ITDC bersama mitra kerja pembangunan Mandalika Street Circuit yaitu Mrk1 Consulting dan Vinci Construction Grands Projets, yang merupakan investor Mandalika Street

Circuit, tengah menyiapkan dokumen homologasi yang akan diserahkan kepada organisasi federasi motor internasional atau FIM (Federation Internationale de Motocyclisme/International Motorcycling Federation).

“Kita serahkan dokumen itu dalam waktu dekat,” katanya.

Selanjutnya, dokumen homologasi yang telah disetujui FIM akan menjadi dasar penyusunan Detailed Engineering Design (DED). Dokumen DED itu akan berupa gambar kerja yang mencakup rencana teknis, arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan. Dan dokumen ini akan tuntas sebelum fase konstruksi pada Oktober 2019.

Ditegaskannya, semenjak Mandalika Street Circuit disepakati menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia tahun 2021, ITDC terus mengikuti setiap proses perencanaan. Khususnya homologasi sirkuit. Hal itu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai ketentuan. Untuk memastikan sirkuit dapat digunakan mulai 2021 dengan tingkat safety sesuai standarisasi FIM dan Dorna, penyelenggara event MotoGP.

Inspeksi FIM atas sirkuit sendiri dilakukan selama proses homologasi desain, saat sirkuit selesai dibangun, dan sebelum tanggal balapan. Sedangkan uji coba sirkuit oleh riders, kata Abdulbar, akan ditentukan oleh Dorna, menyesuaikan dengan jadwal para riders sebelum tanggal balapan.

Ditegaskan Abdulbar, Promoter’s Agreement yang ditandatangani ITDC bersama Dorna, tidak mensyaratkan uji coba sirkuit harus dilakukan satu tahun sebelum tanggal balapan. Tanggal balapan MotoGP Mandalika untuk musim 2021 sendiri akan diumumkan pada Agustus 2020.

“Karena itu, kami menargetkan uji kelayakan sirkuit pada akhir 2020,” kata Abdulbar.

Dokumen Promoter’s Agreement itu sendiri ditandatangani Dorna dan ITDC pada 28 Januari lalu di Madrid, Spanyol. Mandalika Lombok ditunjuk untuk

menjadi tuan rumah balap MotoGP selama 5 tahun mulai tahun 2021. Selain menjadi tuan rumah balap MotoGP, Mandalika juga mendapatkan kontrak untuk menggelar FIM MOTUL Superbike World Championship (WSBK).

Dipastikan Abdulbar, penyelenggaraan event MotoGP dan WSBK ini akan memberikan positioning yang kuat bagi Mandalika, sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.

Di sisi lain, Abdulbar menjelaskan, komitmen manajemen ITDC untuk mewujudkan MotoGP Mandalika 2021 juga didasari oleh besarnya multiplier effect yang akan dihasilkan oleh event tersebut. Antara lain penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang. Memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS. Termasuk menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang per tahun, serta diperkirakan akan mendorong peningkatan belanja wisatawan hingga mencapai 40 juta dollar AS per tahun.

Manajemen ITDC juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemeritah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, untuk penyelenggaraan MotoGP Lombok tahun 2021. Pemerintah Pusat telah berkomitmen meningkatkan aksesibilitas ke kawasan melalui pembangunan infrastruktur, berupa penyiapan akses jalan bypass sepanjang 17 kilometer dari Lombok International Airport (LIA). Juga perpanjangan landasan pacu bandara, dan pengembangan pelabuhan Gili Mas di Lembar sebagai pelabuhan kapal pesiar.

Sedangkan dukungan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Gabungan Percepatan Pembangunan The Mandalika.

“Kami mohon dukungan semua pihak agar kami dapat mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan MotoGP 2021 di Mandalika,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menegaskan, MotoGP adalah event yang sangat besar dan akan menjadi kebanggaan Indonesia. Terutama masyarakat NTB yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Karena itu, masyarakat NTB benar-benar harus diberdayakan agar mampu berpartsipasi aktif dalam event yang akan ditonton miliaran orang di seluruh dunia melalui siaran langsung tersebut.

Itu pula yang menjadi dasar, Pemprov NTB dan ITDC telah bersepakat untuk melatih 300 anak muda NTB menjadi Race Officials MotoGP. Mereka akan dikirim berlatih di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembiayaannya ditanggung penuh oleh ITDC.

“Kami akan prioritaskan 150 dari Lombok Tengah. Sisanya 150 orang dari daerah NTB yang lain,” kata Gubernur.

Tahap pertama, akan dikirim pada Oktober 2019 ini, berbarengan dengan digelarnya MotoGP di Sirkuit Sepang. Sehingga, ketika anak-anak muda NTB ini telah lulus, maka event MotoGP Lombok tahun 2021 sudah memiliki Race Officials yang berasal dari putra daerah sendiri. (kus/r3)

Berita Lainnya

Jokowi Janjikan Kejutan di Pengumuman Menteri

Redaksi Lombok Post

Delapan Hari, Polisi Tangkap 40 Terduga Teroris

Redaksi Lombok Post

Polisi Telurusi Motif Penusukan Wiranto, Diduga Terkait JAD Bekasi

Redaksi Lombok Post

40 Kapal Ilegal Asing Kembali Ditenggelamkan

Redaksi Lombok Post

Begini Jadinya kalau Bupati Main Proyek, Diciduk KPK, dari Dua Dinas Dapat Fee Rp 1,2 M

Redaksi Lombok Post

Gelar Kedelapan Baby Alien

Redaksi Lombok Post

Sertifikasi Guru Berbayar Dimulai, Biayanya Rp 7,5 Juta – Rp 9,5 Juta per Semester

Redaksi Lombok Post

Butuh 52 Ribu Guru PNS Agama Islam

Redaksi Lombok Post

Warga NTB Dievakuasi ke Jayapura

Redaksi Lombok Post