Lombok Post
Politika

Gonjang Ganjing Partai Beringin

TERTIUP ANGIN: Kendaraan melintas di dekat bendera partai Golkar yang terpasang di pinggir Jalan Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Perebutan kursi ketua DPRD NTB di internal partai Golongan Karya (Golkar) memasuki babak baru. Suara riuh-rendah internal, bergolak. Menyusul beredarnya brodcast pesan elektronik dari Wakil Sekjend Korbid Wilayah Timur Herman Hayong, ke kader-kader partai beringin di NTB.

Dalam pesan elektronik itu, di poin 8 disebutkan data berisi nama-nama yang diusulkan sebagai calon ketua DPRD NTB, telah masuk ke DPP Partai Golkar.

“Padahal belum pleno,” kata Wakil Ketua Bidang Kerja Sama antar Lembaga DPD Partai Golkar NTB Hasan Masat.

Hasan mencium ada yang tidak beres dalam pengusulan nama. Seharusnya dalam aturan partai, rapat pleno digelar lebih dahulu. Baru kemudian di sana ditentukan tiga nama sebagai calon ketua di DPRD NTB.

“Dalam pleno itu dinamika pemilihan tiga nama dilakukan, tapi ini kok tiba-tiba sudah ada tiga nama dikirim ke DPP,” cetusnya.

Hasan kesal. Ia melihat partai Golkar di NTB diurus dengan cara tidak beres. Ada kesan pleno yang sedianya dilaksanakan pada besok, minggu (25/8) hanya formalitas. Sementara tiga nama, sudah masuk ke DPP Partai Golkar.

“Ada by desain dan sangat politis,” tudingnya.

Hasan menilai, cara-cara seperti ini, tidak masuk akal publik. Khususnya, para kader partai Golkar yang sudah sangat setia membesarkan partai Golkar di NTB.

“Kita ingin di pleno itu, tes dedikasi dan lain sebagainya para calon, tapi kok nama-nama sudah ditentukan,” sesalnya.

Ia sudah berupaya mencari tahu tentang kebenaran informasi ini. Tetapi, komunikasi seperti terbentur dinding, antara pengurus satu dengan lain. Bahkan, Hasan juga mengkritik ketua harian DPD I Partai Golkar NTB H Misbach Muliadi yang tidak bisa mengakses informasi jelang rapat pleno.

“Ini bukan pendidikan politik yang bagus,” sesalnya.

Semua ditetapkan tidak melalui proses demokrasi musyawarah mufakat. Tetapi atas perintah dan kemauan politik segelintir politisi di Golkar NTB yang merasa diri punya pengaruh politik yang kuat.

“Golkar bukan Yakuza, yang apa kata bos harus diikuti!” cetusnya.

Terpisah, Sekretaris DPD I Golkar NTB Hj Isvie Rupaeda, menyebut dalam waktu dekat partai Golkar NTB akan segera mengelar rapat pleno. Menentukan tiga nama kandidat calon ketua DPRD NTB. Nama-nama itu, akan dibahas dalam rapat pleno Partai Golkar.

“Nanti teman-teman (wartawan) akan kita undang (dalam pleno itu)” kata Isvie.

Hanya saja, Isvie enggan menyebut siapa saja nama kader yang berpeluang jadi ketua selain dirinya. Menurut dia, semua akan dibahas dalam rapat pleno. Tiga nama itu, nantinya akan diusulkan pada DPP, selanjutnya dipilih salah satu.

“Kalau DPD II Kabupaten/Kota sudah turun SK-nya semua, tinggal DPD I saja,” tandasnya.

Dari bisik-bisik internal, selain Isvie ada nama H Misbach Muliadi, dan H Fuad yang paling dijagokan untuk bertarung berebut kursi ketua DPRD NTB. (zad/r2)

Berita Lainnya

PKS-Golkar Terancam Bubar Di Pilbup Lombok Tengah 2020

Redaksi Lombok Post

Diunggulkan di KLU, Itra: Saya Pasif!

Redaksi Lombok Post

Selly gak Jadi Nyalon? Sisa Empat Hari Belum Daftar Ikut Penjaringan

Redaksi Lombok Post

Gandeng Kejaksaan, Gerindra Buru Figur

Redaksi LombokPost

Muis Belum Tertarik Jadi Bupati

Redaksi LombokPost

Demokrat Siapkan Satu Nama di Pilwali 2020

Redaksi LombokPost

Najmul-Djohan, Berebut PDIP

Redaksi LombokPost

Satu Bulan Lagi, PKB Punya Calon

Redaksi LombokPost

Husein Temui Mori

Redaksi LombokPost