Lombok Post
Headline Kriminal

Lagi, Turis Bulgaria Bobol ATM

DIBEKUK: Pelaku pembobol ATM Georgiev Kaloyan Petrov alias Michael dibawa ke sel tahanan Polres Mataram, kemarin (26/8).

MATARAM-Turis asal Bulgaria, Georgiev Kaloyan Petrov alias Michael, 33 tahun  harus mendekam di sel tahanan Polres Mataram. Itu setelah modus pembobolan ATM yang dilakukannya terbongkar.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan salah satu Bank BUMN (7/8). Ada transaksi mencurigakan di beberapa ATM. ”Dari laporan itu, kita langsung melakukan pengembangan,” kata Saiful, kemarin (26/8).

Tiga hari kemudian, tim mendapatkan informasi, seorang turis sedang bertransaksi di salah satu ATM di jalan Pejanggik Kota Mataram. ”Tepatnya, di depan Hotel Ratih,”jelasnya.

Dari informasi itu, tim langsung bergegas. Usai bertransaksi di ATM tersebut, Michael langsung dibekuk.  “Kita langsung melakukan penggeledahan,” kata dia.

Dari tangan Michael, petugas mengamankan uang tunai hasil kejahatan Rp 42.300.000. Selain itu, polisi menyita  17 kartu ATM palsu, laptop, helm, baju, motor, passport dan data-data transaksi ATM. ”ATM yang digunakan itu tak seperti ATM pada umumnya. Rupanya, seperti kunci kamar hotel,” bebernya.

Dari keterangan pelaku, sudah tiga hari di Lombok. Sebelumnya, sudah dua kali melakukan transaksi. ”Kita tangkap ini setelah pelaku bertransaksi sebanyak tiga kali. Sehingga, dikumpulkan uang Rp 42,3 juta,” ungkapnya.

Saiful menerangkan, Michael salah satu jaringan skimming (pencurian data elektronik) internasional. Modusnya, pelaku mencuri data milik nasabah yang berasal dari luar negeri.

Data nasabah yang dicurinya itu merupakan nasabah bank luar negeri. Bukan nasabah  Indonesia. ”Selanjutnya, disini dia hanya melakukan transaksi,” ujarnya.

Dia bisa mengambil uang karena di ATM palsu milik pelaku sudah diinput nama nasabah. Jadi, pelaku lebih mudah mengambil uang di ATM. ”Satu ATM bikinannya itu khusus untuk satu nasabah,” jelasnya.

Pengungkapan kasus ini menambah panjang kasusu pembobolan data nasabah yang melibatkan warga negara asing di NTB. Kini  Michael dijerat Pasal 30 Ayat (3), Pasal 32 ayat (2) dan Pasal 34 Ayat (1) huruf a Jo Pasal 46 ayat (3), Pasal 48 Ayat (2), Pasal 50 Ayat (1), Pasal 52 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia terancam pidana penjara paling tinggi 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. (arl/r2)

Berita Lainnya

Pelabuhan Gili Mas Ramupung, Kapal Pesiar Akan Lebih Mudah Bersandar

Redaksi Lombok Post

Bantu Mataram, Pemkab Badung Tawarkan Hibah Rp 50 Miliar

Redaksi Lombok Post

Mataram Butuh 300 CPNS Baru, Sebagian Besar Tenaga Guru

Redaksi Lombok Post

Jelang Pensiun Guru SMK 5 Mataram Bikin Mural Sepanjang 120 Meter

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Berkas Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air Rampung

Redaksi Lombok Post

Polda NTB dan SWI Turun Tangan Usut Kasus HIPO

Redaksi Lombok Post

Seru, Detik-detik Polisi Gerebek Pengedar Sabu di Karang Bagu

Redaksi Lombok Post

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

Redaksi Lombok Post

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

Redaksi Lombok Post