Lombok Post
Headline Metropolis

Ayo, Sama-sama Jaga Mataram!

Lalu Martawang

MATARAM-Papua kembali mencekam. Setelah kerusuhan di Manokwari, hal serupa terjadi di Jayapura. Massa yang mengikuti unjuk rasa merusak sejumlah fasilitas umum. Membuat wilayah tersebut sempat lumpuh. Pemkot Mataram mengantisipasi hal serupa terjadi di NTB.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengimbau masyarakat untuk jangan mudah terpancing dan terprovokasi pada hasutan atau ajakan yang bersifat destruktif. “Mari sama-sama menjaga kondusivitas daerah,” tegasnya, saat ditemui di kantor wali Kota Mataram, kemarin (30/8).

Selain fokus ke warga kota, pria yang akrab disapa Aweng ini juga mengarahkan perhatiannya, bagi warga Papua yang tinggal di Kota Mataram. Dia menjamin bahwa kondisi kota dalam keadaan baik-baik saja. Ia juga mengimbau pada warga Papua untuk tetap beraktivitas seperti biasa. “Pemkot akan menjamin keamanana mereka (warga Papua),” tegasnya.

Aweng sangat percaya, warga Kota Mataram menganggap warga Papua adalah saudaranya. Karena itulah, ia mengajak semua pihak untuk menjaga harmonisasi. Sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memang sejauh ini, belum ada reaksi negatif terhadap keberadaan warga Papua di Kota Mataram. Namun, Pemkot Mataram tetap meningkatkan kewaspadaan. Memantau pergerakkan bila ada oknum-oknum yang memanfaatkan kerusuhan di Papua untuk menciptakan kondisi serupa di ibu kota NTB.

“Kami tetap waspada, itu sudah memang tugas pemerintah,” ujarnya.

Karena itu, bila ada pergerakkan atau aktivitas mencurigakan, seperti menghasut atau menebarkan ujaran kebencian dari oknum-oknum tertentu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke pemerintah. Dari tingkat lingkungan hingga ke kepala daerah.

Disisi lain, Aweng juga meminta masyarakat Kota Mataram agar bijak dan cerdas melihat perkembangan pemberitaan di media sosial. Sebelum membagikan berita di platform mana saja, harus check and balance. Jangan karena ada pemberitaan yang tidak bisa dijamin kebenarannya, kemudian menyebabkan harmoni di antara warga masyarakat terganggu.

“Mari kita tangkal hoax ini bersama-sama, kita tidak ingin hubungan warga yang sudah baik ini terkoyak akibat pemberitaan yang tidak tahu kebenarannya,” tandas Aweng. (yun/r5)

Berita Lainnya

Tiga Pelajar di Lotim Tertangkap Saat Pesta Sabu

Redaksi Lombok Post

Warga Sekarbela Titip Bantuan untuk Palestina

Redaksi Lombok Post

Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia Klarifikasi Pernyataan Menkes

Redaksi Lombok Post

Jangan Mau Merariq Kodek, Gak Keren Tau!

Redaksi Lombok Post

Atlet Menembak dan Selancar NTB Sumbang Emas untuk Indonesia

Redaksi Lombok Post

Hitung Mundur, 24 Bulan Menuju MotoGP

Redaksi Lombok Post

Sembilan Produk Rucika Raih Green Label Indonesia

Redaksi Lombok Post

Tipu TKI, Oknum Pegawai Disnakertrans Lotim Hilang

Redaksi Lombok Post

Rayuan Maut Calo Tipu Para TKI

Redaksi Lombok Post