Lombok Post
Selong

Kawal Komitmen Pemkab Turunkan Stunting

SNV-Konsepsi NTB Tinjau Progres Program di Lendang Nangka

MENGUKUR TINGGI BADAN: Ketua TP PKK Lotim Hj Hartatik Sukiman Azmy sedang mengukur tinggi anak dalam acara tinjauan lapangan Konsepsi NTB bersama mitra SNV di Kantor Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, kemarin (29/8).

SELONG-Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (Konsepsi) NTB bersama mitranya SNV melakukan tinjauan lapangan pembelajaran aksi konvergensi terintegrasi di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, kemarin (29/8). Direktur Konsepsi NTB Dr Moh Taqiuddin menjelaskan, program kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sedang dilakukan SNV dengan mitranya. Hal itu mencakup isu stunting, sanitasi, dan kesehatan reproduksi.

“Jadi selain workshop di ruangan, kami juga melakukan kunjungan ke lapangan,” terang Taqiuddin.

Dipilihnya Desa Lendang Nangka sebagai lokasi peninjauan progres program karena desa tersebut merupakan satu dari 32 desa prioritas penanganan stunting di tahun 2020. Selain itu, Lendang Nangka juga merupakan satu dari sepuluh desa binaan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lotim. Terakhir Lendang Nangka juga merupakan desa program kesehatan reproduksi.

“Sehingga setidaknya ada tiga alasan mengapa Lendang Nangka ini kami pilih sebagai lokasi kegiatan ini,” jelasnya.

Komunikasi dan Advokasi SNV Yuni Setyaningsih menerangkan, kegiatan peninjauan lapangan tersebut merupakan satu rangkaian dari diskusi interaktif yang dilakukan dengan Pemkab Lotim. Setelah melakukan diskusi interaktif dengan pemkab, pihaknya ingin mengetahui kondisi riil di lapangan. Jadi tidak hanya mendapat gambaran di level kabupaten, akan tetapi juga di level desa.

“Kami juga ingin mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah. Karena kita kan sudah 4 tahun di Lotim ini. Jadi kami ingin tahu progresnya bagaimana. Dan seperti apa peningkatan capaiannya,” jelas Yuni.

Ketua TP PKK Lotim Hj Hartatik Sukiman Azmy yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik acara tersebut. Ia menerangkan, Pemkab Lotim telah membuat kebijakan dalam melakukan pencegahan penurunan stunting melalui aksi konvergensi. “Semua permasalahan mengenai stunting, sanitasi, dan kesehatan reproduksi ini mesti dituntaskan bersama-sama,” pinta Hartatik. (tih/r5/*)

Berita Lainnya

Puncak Rinjani Tutup, Pendaki Tetap Nekat!

Redaksi Lombok Post

Empat Spesialis Pencuri Mobil di Lotim Dihadiahi Timah Panas

Redaksi Lombok Post

Warga Tebaban Gedor Kantor Desa

Redaksi Lombok Post

ACT-PWJ Ajari Warga Sajang Cara Mengelola Air

Redaksi Lombok Post

Atraksi Paralayang Warnai Hari Pahlawan di Lotim

Redaksi Lombok Post

MAN IC Praktik Lapangan di Lima Lokasi

Redaksi Lombok Post

273 Tenaga Honorer di Lombok Timur Minta Diangkat Jadi PPPK

Redaksi Lombok Post

Belum Ada yang Jadi Tersangka dalam Kasus SK Honorer Palsu

Redaksi Lombok Post

Mengenal Persata, Klub Sepak Bola Tertua di Lotim (1)

Redaksi LombokPost