Lombok Post
Metropolis

Ini Dia Juaranya! Lomba Fotografi Lombok Post

NILAI FOTO: Ketiga dewan juri Lomba Fotografi Lombok Post 2019 bersama ketua panitia Sirtupillaili (paling kanan) berdiskusi dalam menentukan pemenang di ruang Rapat Redaksi Lombok Post, Gedung Graha Pena Lombok, kemarin (1/9).

MATARAM-Lomba Fotografi Lombok Post 2019 resmi ditutup. Dengan mengangkat tema 28 tahun Lombok Post berkarya, ratusan hasil karya fotografi peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang, dinilai.

Penjurian dilakukan di Kantor Graha Pena Lombok Post, kemarin (1/9). Ketiga Juri yang memiliki latar belakang fotografi, yakni Ivan Mardiansyah, Ahmad Subaidi, dan Imran Iswadi, beradu pendapat, menentukan foto terbaik diantara yang terbaik.

Proses penjurian dimulai jam 10 pagi. Ketua Panitia Lomba Fotografi Lombok Post Sirtupillaili memperlihatkan ratusan foto yang dikirim masyarakat ke surat elektronik (surel) lomba. Ketiga juri diperlihatkan foto-foto karya perserta, tanpa diberitahu nama peserta oleh panitia.

Melalui perdebatan yang cukup panjang, dipilih dari ratusan foto tersebut, yang sesuai dengan tema yang diangkat. Setelah Melihat mana yang layak masuk ke babak selanjutnya. Ketiga juri kembali mengerucutkan menjadi enam foto Yang layak mendapat juara satu hingga juara harapan tiga.

Ketiga dewan juri sangat cermat dan hati-hati dalam memilih. Selain harus memperhatikan teknik-teknik fotografi, mereka juga harus melihat orisinilnya karya tersebut. Dan yang paling penting, harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Barulah, tepat pukul 12 siang, dengan berbagai silang pendapat yang betul-betul menyita waktu, karena masing-masing juri memiliki penilaian dan sudut pandang sendiri dalam melihat foto-foto tersebut, akhirnya, ke enam foto tersebut ditentukan juaranya. Juara satu diraih Dwi Ariani, juara dua oleh Eka Septiana, kemudian juara tiga diberikan kepada Agus Kurniawan.

Selanjutnya juara harapan satu diraih Eko Sugiopranoto, juara harapan dua Bentang Alif, dan yang terakhir juara harapan tiga diberikan kepada Imam Taufik Hidayat.

Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengatakan, melihat antusiasme masyarakat terhadap lomba tersebut, kegiatan seperti ini diharapkan berkelanjutan. Menurutnya, lomba ini digelar, agar generasi millennial tetap aktif menyaring informasi melalui media massa.

Selain itu, bisa memberi wadah bagi anak-anak muda yang berkecimpung di dunia fotografi, bahwa foto tidak hanya mencakup objek alam saja. Namun, foto juga sangat dekat dengan jurnalistik.

“Paling tidak memberi pengalaman kepada mereka dan tahu kehidupan media seperti apa,” ujarnya.

Alfian juga memberi selamat pada para pemenang. Tentu saja, dari lomba semacam ini, tidak hanya untuk meningkatkan keahlian dalam bidang fotografi, tetapi pemenang bisa Lomba Fotografi Lombok Post 2019 bisa menyalurkan kegiatan positif ini kepada rekan-rekannya yang lain.

“Selamat pada pemenang, semoga bisa menyalurkan hal yang positif ini kepada teman-teman lain. Karena penting diingat, lomba ini juga menjadi ajang untuk menambah prestasi,” tegasnya.

Fotografer NTB Imran Iswadi memberikan apresiasi kepada Lombok Post. Dengan ratusan peserta yang ikut ambil bagian, menandakan bahwa Lombok Post sangat dekat dengan masyarakat NTB, dari berbagai kalangan. Sekaligus mengangkat kreativitas para fotografer. Karena ada sesuatu yang baru ditampilkan Lombok Post.

“Banyak kita lihat munculnya karya-karya fotografi yang bagus,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai penilaian, diakuinya memang sangat sulit. Karena harus memilih karya foto terbaik diantara ratusan foto tersebut. Tema yang benar-benar ditekankan pada foto tersebut. Diantaranya, harus bisa menggambarkan perkembangan, kiprah dan manfaat Lombok Post ditengah-tengah masyarakat NTB.

“Paling penting unsur-unsur itulah yang kita lihat pada foto itu, apakah mengarah ke tema atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, yang menjadi kesulitan dewan juri sebenarnya dalam menarasikan arti dari karya fotografi yang dihadirkan. Semuanya memiliki ciri khas masing-masing. Karena mengangkat tema 28 tahun Lombok Post berkarya, tentu saja ada banyak interpretasi.

Banyak teknik foto yang perlu diperhatikan. Mulai dari pencahayaan, sudut pengambilan gambar, kemudian suasana yang ingin dihadirkan  yang dibalut dalam tema.

“Penggambaran arti dari foto yang diunggah juga beda-beda, kesulitannya kami menangkap maksud dan makna dibalik gambar mereka,” kata Imran.

Terkait dengan silang pendapat yang ada, menurutnya hal itu sangat wajar. Masing-masing dewan juri pun memiliki sudut pandang tersendiri. Namun, terlepas dari semua itu, Imran berharap Lombok Post tetap berkarya, mengangkat nama daerah dan selalu menyajikan kabar daerah yang informatif dan aktual.

Kemudian, besar harapannya agar Lombok Post mempertahankan lomba semacam ini, karena menurutnya baik itu foto dan dunia jurnalistik berada dalam satu tarikan nafas.

“Kami akan menunggu event-event selanjutnya,” tandas Imran.

Dewan Juri sekaligus fotografer Antara Ahmad Subaidi mengatakan, dalam memilih karya yang terbaik, tetap saja ada perbedaan. Menurutnya, hal itu sangat bagus karena bisa melihat sudut pandang masing-masing dewan juri lain seperti apa.

“Saya sadar bahwa sudut pandang kami berbeda dan mengetahui masing-masing karakter dalam menangkap suatu gambar itu luar biasa. Pemahaman kami juga bertambah,” tutupnya. (yun/r3)

Berita Lainnya

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Guru Honorer Digaji Rp 2,5 Juta, Dana Disiapkan Pemerintah Pusat

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post