Lombok Post
Kriminal

KPK Usut Kasus Poltekes Mataram

Syamsudin Baharuddin

MATARAM-Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB menyelidiki pengadaan alat kesehatan (alkes) di Politeknik Kesehatan Mataram. Penyelidik terus mendalami dugaan korupsi atas pembelian alkes.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, penyidik telah melakukan gelar perkara.  Tetapi, kasus tersebut belum ditingkatkan ke penyidikan. ”Masih penyelidikan,” kata Syamsudin, akhir pekan lalu.

Tetapi, setelah dilakukan gelar perkara, ternyata kasus tersebut juga ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena, pengadaan alat tersebut dilakukan di seluruh Indonesia. ”Ada di Aceh, wilayah pulau jawa, NTB, serta beberapa daerah lainnya,” ungkapnya.

Total anggaran yang dikucurkan Kementerian Kesehatan sekitar Rp 30 juta. Di NTB hanya kedapatan sekitar Rp 1,5 miliar. ”Ya, segitu saja yang diterima setiap sekolah kesehatan,” jelasnya.

Syamsudin mengatakan, karena kasus tersebut juga ditangani KPK. Sehingga, penyidik belum meningkatkan staus perkara tersebut. ”Nanti KPK yang mengusut. Kita hanya koordinasi saja,” bebernya.

Jika KPK ingin mengambil pengusutan kasus tersebut, pihaknya bersedia menyerahkan. Begitu juga jika data yang sudah ada saat ini diminta KPK. ”Kit akan berikan. Kami siap untuk koordinasi,” kata dia.

Pengadaan alkes terbagi dalam beberapa item. Alat tersebut diberikan untuk menunjan program belajar mengajar. ”Banyak itemnya. Khusus di NTB ada sekitar Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Saat proses penyelidikan, penyidik berkoordinasi dengan  Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Langkah itu untuk  mengecek kesesuaian alkes beserta harga per itemnya.

“Informasi awal dari hasil penyelidikan, ada item alkes yang sampai sekarang tidak bisa dipakai. Itu kita cek,” pungkas Syamsuddin.

Anggaran tersebut ditender di Kementerian Kesehatan RI. Nilai anggarannya Rp 30 miliar. Alkes tersebut dibagikan kepada beberapa perguruan tinggi kesehatan di seluruh Indonesia.  (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post