Lombok Post
Kriminal

Jual Sembako Plus Tempat Nyabu

DITANGKAP: Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam (kanan) didampingi Kasat Narkoba AKP Kadek Adi Budi Astawa mengintrogasi pelaku di Mapolres Mataram, kemarin (6/9).

MATARAM-Penyedia sabu berinisial ES ditangkap tim satresnarkoba Polres Mataram. Dia diringkus  di rumahnya, Negarasakah Timur, Cakranegara,  Selasa (3/9) lalu.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam  mengatakan, ES memiliki pekerjaan menjual sembako di rumahnya. Tak disangka, rumahnya itu juga kerap dijadikan sebagai lokasi menghisap sabu. ”ES memiliki kenalan banyak supir trans Jawa-Bali-Nusra,” kata Saiful, kemarin (6/9).

Para supir yang dikenalnya selalu singgah di kawasan tersebut. ES selalu menyediakan tempat menghisap sabu di rumahnya. ”Uangnya dari para supir. Terkadang juga dari Dia (ES, Red) sendiri,” ucapnya.

Apabila uangnya dari para supir, dia hanya diberikan bonus ikut menghisap sabu. ”Dia dikasih hisap sekali atau dua kali saja,” terangnya.

Jika barang haram tersebut miliknya, para supir memberikannya uang sesuai dengan harga. ”Bayarannya, Rp 250 hingga 300 ribu,” ujarnya.

ES membeli narkoba di dua tempat. Yaitu, di Karang Bagu dan Abian Tubuh. ”Memang dua wilayah itu kerap menjadi lokasi transaksi narkoba di Mataram,” ujarnya.

Dari hasil penggerebekan, Satresnarkoba Polres Mataram menemukan beberapa barang bukti. Seperti, tiga bong sabu, puluhan klip, tujuh skop sabu, 14 korek api beserta jarumnya, dua pipa kaca. Serta dua klip berisi sabu. ”Beratnya, 0,64 gram,” jelasnya.

Dari hasil tes urine, ES positif menggunakan narkoba. Penyidik masih mendalami unsur pidananya. ”Untuk sementara ES masih dikatakan sebagai pengguna,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka ES mengaku telah mengkonsumsi narkoba selama tiga tahun. Hingga menjadi pengguna akut. “Belum bisa berhenti menggunakan narkoba,” kata ES.

Setelah ditangkap polisi, dia akan berupaya menjauhi narkoba. ”Saya menyesal. Saya janji tidak akan lagi mengkonsumsi narkoba,” katanya di depan Kapolres.

Atas perbuatannya, ES dikenakan pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama dua tahun. (arl/r2)

Berita Lainnya

Berbenah Setelah Kejahatan Terbongkar

Redaksi Lombok Post

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

Redaksi Lombok Post

Pengamen Gomong Bacok Tukang Parkir

Redaksi Lombok Post

Sabu Thailand Masuk Lombok

Redaksi Lombok Post

2.064 Bahan Peledak Dimusnahkan

Redaksi Lombok Post

BUMDes “Dibom” Rp 10 Miliar

Redaksi Lombok Post

Kasus Aset Cilinaya Tak Kundung Rampung

Redaksi Lombok Post

Dorfin Butuh Pengamanan Ekstra

Redaksi Lombok Post

Tiga Kali Penjara Tak Bikin Jera

Redaksi Lombok Post