Lombok Post
Metropolis

Kotak Kosong Bisa Cegah Drama

M Husni Abidin

MATARAM-Kemunculan kotak kosong dalam Pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota (Pilwali) dibolehkan regulasi. Kondisi ini berbanding terbalik saat gelaran pilkada sebelumnya. Yang tidak membolehkan pasangan calon (paslon) tunggal dalam pilkada.

Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin mengatakan, calon tunggal bisa tetap mengikuti pilwali. Dengan melawan kotak kosong. ”Bisa (kotak kosong). Diatur di UU Nomor Tahun 2016,” kata Husni, kemarin (6/9).

Beleid yang disebut Husni merupakan perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Turunannya nanti akan diatur lebih lengkap dalam PKPU.

Pemilihan satu paslon dilakukan setelah memenuhi sejumlah kondisi. Misalnya, tidak ada lagi calon yang mendaftar setelah berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran. Hingga ada paslon yang dikenakan sanksi pembatalan akibat pelanggaran tertentu.

Pemilihan kemudian dilakukan dengan menggunakan surat suara yang memuat dua kolom. Rinciannya, satu kolom memuat foto paslon dan kolom lainnya kosong. Tidak bergambar. ”Itu artinya lawan kotak kosong,” ucap ia.

Kemudian di Pasal 54D, diatur mengenai penetapan pemenang pilkada. Apabila paslon tunggal meraih lebih dari 50 persen dari suara sah, keluar sebagai pemenangnya. Jika perolehan paslon tunggal kurang dari 50 persen, dinyatakan kalah.

Meski begitu, paslon tunggal yang kalah, boleh mencalonkan lagi dalam pemilihan berikutnya. Diulang pada tahun berikutnya atau sesuai dengan jadwal dari peraturan perundang-undangan. ”Bisa mencalonkan kembali,” terang Husni.

Bolehnya melawan kotak kosong, secara tidak langsung akan mencegah terjadinya drama pilkada. Munculnya calon yang diduga boneka. Seperti yang terjadi pada Pilkada Kota Mataram 2015 lalu.

Kala itu, pasangan Ahyar Abduh-Mohan Roliskana didukung 9 partai politik yakni Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Belakangan, setelah tidak mendapatkan lawan, Partai Golkar menarik dukungan. Mengalihkan dukungan mereka dengan mengusung paket Salman-Jana Hamdiana.

Di pilwali 2020 nanti, peluang calon tunggal sama besarnya dengan dua atau tiga paslon. Meski begitu, pengamat politik Dr. Muhammad Ali membahas secara khusus mengenai peluang calon tunggal di pilwali.

Kata dia, peluang trah Ruslan dan Ahyar tetap bersatu, di Pilwakot 2020 bisa saja terjadi. ”Ada kedekatan emosional, kalau menjadi satu paket. Pasangan besar,” kata Ali menilai paket Mohan-Ahda.

Ali mengatakan, kultur warga Kota Mataram melihat figur dari keturunannya. Kebetulan, baik Ahda dan Mohan sama-sama berasal dari trah yang baik.

Mengenai peluang keduanya berpasangan di pilwakot esok, masih cukup terbuka. Ini berdasarkan rekam jejak sejarah, Ruslan dan Ahyar, ketika awal membangun Kota Mataram. ”Ingat, Ahda punya kekuatan itu. Dan, Mohan juga,” sebutnya.

Ketika kondisi itu terjadi, Mohan-Ahda berpasangan, Ali menyebut calon lain akan berpikir berulangkali. Untuk menantang keduanya. Begitu pula dengan calon-calon independen, akan mundur teratur.

”Bahkan bisa saja nanti mereka (Mohan-Ahda) melawan kotak kosong,” prediksi Ali.

Sementara itu, pengawasan Pilwali 2020 akan dimaksimalkan Bawaslu Kota Mataram. Rencananya mereka akan membentuk kampung pengawasan. Dari 324 lingkungan di Kota Mataram, sekitar 40 persennya dijadikan kampung pengawasan.

” Pileg 2019 kemarin, kita hanya memiliki lima kampung pengawasan. Ini kan tidak sesuai dengan jumlah lingkungan,” kata Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri.

Bawaslu akan turun ke lingkungan dan kelurahan melakukan pengawasan. Karena tidak menutup kemungkinan banyak ASN yang terlibat politik praktis. ”Kadang para calon menggunakan kekuasannya,” ucap dia. (dit/r5)

Berita Lainnya

Hutan Rinjani Terbakar, Pendakian Ditutup

Redaksi Lombok Post

TGB Mendapat Pengakuan Dunia, Terima Penghargaan dari Al-Azhar

Redaksi Lombok Post

Pemprov NTB Cari 414 CPNS

Redaksi Lombok Post

Mobil Mewah Terbakar di Dakota

Redaksi Lombok Post

Petugas Dinsos Bongkar Modus Gepeng

Redaksi Lombok Post

Gubernur Harus Turun Tangan Evaluasi Pengelolaan TPA Kebon Kongok

Redaksi Lombok Post

Guru Honorer Digaji Rp 2,5 Juta, Dana Disiapkan Pemerintah Pusat

Redaksi Lombok Post

Dicari 197.111 CPNS, Kuota untuk NTB Diumumkan Akhir Oktober

Redaksi Lombok Post

Pelamar CPNS NTB Bisa 74 Ribu

Redaksi Lombok Post