Lombok Post
Politika

Politisi, Harus Bebas Narkoba

ISI DATA : Anggota DPRD NTB tengah mengisi data, sebelum melakukan tes urine di DPRD NTB, Jumat (6/9) kemarin.

MATARAM-Baru saja para anggota DPRD NTB periode 2019-2024, usai mengikuti persidangan pertama kali, Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda meminta mereka tak buru-buru keluar. Para politisi, pun terhenyak kebingungan.

“Dimohon tidak keluar dulu karena ada tes Urine dari BNN,” kata Isvie melalui pengeras suara.

Ragam reaksi para politisi Udayana itu. Ada yang memperbaiki celana yang sedikit melorot, hingga menebar tatapan ke beberapa anggota BNNP yang ternyata sedari awal, sudah ikut rapat paripurna.

“Ya, ini memang inisiatif kami,” terang Isvie, usai memberikan sampel urinennya pada BNNP NTB.

Kasus anggota DPR terjerat narkoba cukup marak di Indonesia. Paling baru kasusnya terjadi di Medan. Hal ini rupanya yang ingin diantisipasi, agar citra lembaga DPRD NTB bersih dari kasus penyalahguna apalagi pengedar.

Namun, Isvie enggan berandai-andai. Bila nanti dari hasil tes urine ternyata ada yang positif pengguna.

“Saya kira kita tidak perlu berandai-andai ya, semoga saja hasilnya bersih,” imbuhnya.

Dari 65 anggota dewan ada sebanyak enam anggota tidak ikut tes urine. Ada yang beralasan sakit, hingga dapat tugas ke luar daerah dari partai.

BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar mengatakan, hasil akan diketahui nanti setelah dilakukan uji lab. Begitu hasil keluar, akan diberikan pada pimpinan DPRD NTB untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 “Ini sesuai amanat Presiden no 6 Tahun 2014 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN),” terangnya.

Lalu bagaimana dengan yang tidak hadir? Sugianyar mengatakan mereka tetap akan diperiksa. Anggota dewan yang absen akan berkoordinasi dengan bagian kesekretariatan. Menentukan kapan waktu siap untuk diperiksa.

“Kalau ada yang positif, nanti direhabilitasi,” terangnya.

Hanya saja, ia menegaskan hasilnya tidak akan dipubilkasikan pada publik. Tapi akan digunakan sebagai bahan penyidikan. “Kalau ada yang positif kita akan koordinasikan dengan ketua DPRD,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD NTB H Mahdi memilih tak membuka, nama-nama anggota dewan yang tidak ikut dalam pemeriksaan Jumat (6/9) kemarin. Ia beralasan data itu telah dibawa pulang oleh staf.

“Sudah pulang, besok kita konfirmasi,” kata Mahdi.

Sementara itu, Ketua Ketua Fraksi Gerindra NTB Nauvar Furqani Farinduan membenarkan ada dua anggota DPRD NTB dari fraksi Gerindra tidak ikut tes urine. Sudirsah Sujanto dan Abdul Thalib.

“Pak Sudirsah ke DPP Gerindra urusan partai, sementara Thalib izin karena syukuran keluarga,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

PKS-Golkar Terancam Bubar Di Pilbup Lombok Tengah 2020

Redaksi Lombok Post

Diunggulkan di KLU, Itra: Saya Pasif!

Redaksi Lombok Post

Selly gak Jadi Nyalon? Sisa Empat Hari Belum Daftar Ikut Penjaringan

Redaksi Lombok Post

Gandeng Kejaksaan, Gerindra Buru Figur

Redaksi LombokPost

Muis Belum Tertarik Jadi Bupati

Redaksi LombokPost

Demokrat Siapkan Satu Nama di Pilwali 2020

Redaksi LombokPost

Najmul-Djohan, Berebut PDIP

Redaksi LombokPost

Satu Bulan Lagi, PKB Punya Calon

Redaksi LombokPost

Husein Temui Mori

Redaksi LombokPost